PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tim gabungan bergerak cepat menangani banjir dan angin puting beliung yang melanda Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, pada awal Juli 2026. Peristiwa ini berdampak langsung pada puluhan kepala keluarga di dua kecamatan berbeda. Banjir akibat curah hujan tinggi melanda Desa Paluh Kemiri, Kecamatan Lubuk Pakam, pada Sabtu dini hari, 4 Juli 2026, sementara angin puting beliung menerjang enam desa di Kecamatan Pancur Batu sehari sebelumnya. Penanganan darurat di lapangan berlangsung taktis untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan lingkungan terdampak.
Respons Cepat di Lokasi Banjir
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tim reaksi cepat (TRC) dari BPBD Kabupaten Deli Serdang langsung dikerahkan begitu laporan diterima. Personel TNI dan Polri juga turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta pemantauan kondisi terkini.
“Petugas dari BPBD Kabupaten Deli Serdang segera mengerahkan tim reaksi cepat (TRC), TNI/Polri ke lokasi kejadian untuk melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi di lapangan, serta membantu pembersihan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Minggu, 5 Juli 2026.
Banjir di Desa Paluh Kemiri dilaporkan memberikan dampak langsung terhadap 27 kepala keluarga (KK) atau mencakup 108 jiwa. Tim di lapangan terus memonitor perkembangan debit air hingga genangan berangsur surut total pada hari yang sama. Kondisi ini menunjukkan kesigapan aparat dalam merespons bencana yang datang mendadak.
Enam Desa Terjangan Angin Puting Beliung
Sementara itu, bencana angin kencang atau puting beliung melanda enam desa di Kecamatan Pancur Batu pada Jumat, 3 Juli 2026. Wilayah yang terdampak meliputi Desa Salam Tani, Desa Hulu, Desa Lama, Desa Namo Rih, Desa Namo Bintang, dan Desa Pertampilen. Pusaran angin tersebut menyebabkan kerusakan fisik yang cukup signifikan.
Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB mengonfirmasi bahwa dampak cuaca ekstrem ini menyasar 15 KK atau 54 jiwa. Kerugian materiil tercatat meliputi delapan unit rumah rusak ringan dan tujuh unit rumah warga mengalami rusak sedang. Di tengah kepanikan warga, petugas terus berupaya melakukan pendataan dan evakuasi jika diperlukan.
Kondisi Berangsur Pulih
Abdul memastikan bahwa saat ini situasi di lokasi terdampak angin kencang telah berangsur kondusif. Seluruh masyarakat dilaporkan sudah kembali menempati rumah mereka masing-masing setelah proses pembersihan dan pendataan selesai dilakukan.
“Saat ini, kondisi telah berangsur kondusif dan masyarakat telah kembali menempati rumah masing-masing,” tuturnya.
Editor: Dian Lestari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Djokovic Kalahkan Safiullin di Wimbledon 2026, Pecahkan Rekor Kemenangan Federer
Ibu Hamil 8 Bulan Tewas Kena Peluru Nyasar di Intan Jaya, Warga Protes Situasi Keamanan
TNI Musnahkan Ladang Ganja 2,5 Hektare di Aceh Besar, Berawal dari Laporan Warga
Wamen LH Peringatkan Kepala Daerah soal Risiko Kebakaran TPA Akibat El Nino yang Makin Parah