PARADAPOS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang jam operasi pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Mulai hari ini, Selasa, 7 Juli 2026, satuan tugas (satgas) darat dioptimalkan bekerja hingga pukul 22.00 WIB. Langkah ini diambil setelah kebakaran lahan seluas puluhan hektare itu memasuki hari ketujuh dan baru 45 persen area berhasil dipadamkan.
Metode Injeksi untuk Padamkan Api di Tumpukan Sampah
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa penanganan kebakaran di TPA ini memerlukan pendekatan khusus. Karakteristik material sampah yang menumpuk, menurutnya, mirip dengan lahan gambut yang membara dari dalam.
"Mulai hari ini, operasi pemadaman akan dioptimalkan hingga pukul 22.00 WIB untuk satgas darat. Tim Damkar dan Manggala Agni akan melakukan sistem injeksi dengan mesin untuk memasukkan air ke dalam tumpukan sampah," ujar Djohan dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.
Metode injeksi bawah permukaan ini dikombinasikan dengan penyemprotan air di atas permukaan oleh satgas darat. Sementara itu, dari udara, helikopter terus melakukan pengeboman air untuk mematikan kobaran api secara menyeluruh. Djohan menambahkan bahwa area pemadaman di dalam TPA Jatiwaringin dibagi secara ketat menjadi tiga sektor operasional utama.
"Penanganan area pemadaman di dalam TPA Jatiwaringin dibagi secara ketat menjadi tiga sektor operasional utama, yaitu sektor utara, tengah, dan selatan demi memudahkan koordinasi personel," jelasnya.
Personel Gabungan dan Alat Berat Dikerahkan
Di lapangan, kekuatan personel gabungan terus diperkuat. Mereka berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Tangerang Raya, BNPB, TNI, Polri, Satgas Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta jajaran relawan kebencanaan. Suasana di lokasi terlihat sibuk dengan aktivitas puluhan petugas yang bergantian menyemprotkan air ke tumpukan sampah yang masih mengeluarkan asap putih pekat.
Untuk mendukung operasi darat, tim gabungan mengerahkan sejumlah alat berat. Armada yang disiagakan meliputi 19 unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mobil tangki air, delapan unit ekskavator, serta delapan unit buldoser. Alat-alat berat ini digunakan untuk mengurai material penimbun bara sampah agar proses pemadaman lebih efektif dan api tidak kembali menyala dari dalam.
Editor: Rico Ananda
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Argentina dan Mesir Berebut Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026, Messi Jadi Ancaman Utama
Mutasi Perangkat Desa Picu Mosi Tidak Percaya, Transparansi Prosedur Dipertanyakan
Ruang Digital Dinilai Jadi Sarana Strategis Perkuat Eksistensi Budaya Indonesia di Kancah Global
Sidang Suap Bupati Bekasi, Saksi Sebut Rp200 Juta Sitaan KPK adalah Pinjaman Pribadi