Verifikasi Biometrik Registrasi SIM Capai 83 Persen, Komdigi: Deteksi Dini Berjalan Efektif

- Selasa, 07 Juli 2026 | 20:25 WIB
Verifikasi Biometrik Registrasi SIM Capai 83 Persen, Komdigi: Deteksi Dini Berjalan Efektif
PARADAPOS.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melaporkan bahwa tingkat keberhasilan verifikasi biometrik wajah dalam registrasi kartu SIM baru telah mencapai 83 persen. Kebijakan ini resmi diberlakukan sejak 1 Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengguna berhasil melalui proses verifikasi tanpa hambatan berarti, meskipun masih terdapat 17 persen kasus kegagalan yang sebagian besar dipicu oleh upaya pendaftaran menggunakan foto swafoto yang tidak sesuai dengan identitas asli.

Mayoritas Registrasi Berhasil, Sistem Deteksi Dini Berjalan Efektif

Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Dany Suwardany, mengungkapkan bahwa capaian ini mencerminkan efektivitas teknologi biometrik yang diimplementasikan. “Kalau kita melihat dari tingkat success rate-nya (tingkat kesuksesan) biometrik, itu mencapai 83 persen,” jelasnya dalam keterangan yang dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026. Di sisi lain, tingkat kegagalan verifikasi yang mencapai 17 persen justru menjadi indikator positif bagi sistem. Menurut Dany, sebagian besar kegagalan terjadi karena masih ada pihak yang mencoba mendaftarkan nomor seluler baru menggunakan foto swafoto yang bukan milik pemilik identitas sebenarnya. Akibatnya, pendaftar langsung ditolak oleh sistem milik Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). “Nah, berarti kan ini sudah terlihat. Berarti nanti kemungkinan akan traceability-nya (ketelusuran) itu, ketika misalnya ada orang-orang yang berniat melakukan kejahatan itu sudah bisa dibuka, siapa sebenarnya identitasnya dia,” ungkap Dany. Ia menambahkan bahwa kondisi ini sekaligus membuktikan kemampuan sistem biometrik dalam mendeteksi dan mencegah penyalahgunaan identitas sejak awal proses registrasi.

Rata-rata Registrasi Harian Capai 200 Ribu Lebih Pengguna

Dany juga memaparkan bahwa jumlah pelanggan yang melakukan registrasi dengan verifikasi biometrik terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga 5 Juli 2026, rata-rata registrasi biometrik harian pada tiga operator seluler tercatat mencapai 201.421 pengguna. Angka ini menggambarkan adopsi yang cukup masif di tengah masyarakat. Sejak masa transisi dimulai pada Januari hingga 5 Juli 2026, sekitar 4,9 juta pelanggan telah melakukan registrasi kartu SIM prabayar menggunakan verifikasi biometrik wajah. “Kalau kita lihat tren implementasi kebijakan biometrik ini, registrasi biometrik terus meningkat. Sampai 5 Juli sudah ada sekitar 4,9 juta pelanggan yang melakukan registrasi biometrik,” tutur Dany.

Ilustrasi biometrik. Foto: Freepik.

Dengan data ini, pihak Komdigi optimistis bahwa sistem verifikasi biometrik tidak hanya memperkuat keamanan data pelanggan, tetapi juga memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan yang mencoba memanfaatkan identitas palsu. Ke depannya, angka keberhasilan diharapkan terus meningkat seiring dengan adaptasi masyarakat terhadap teknologi ini.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar