PARADAPOS.COM - Di tengah gelombang pemain diaspora yang memilih pulang dan memperkuat klub-klub Indonesia, Muhammad Toha justru mengambil jalan sebaliknya. Bek sayap kanan berusia 28 tahun itu memutuskan untuk berkarier di luar negeri. Pada Rabu, 8 Juli 2026, Toha resmi diperkenalkan sebagai pemain baru DPMM FC, klub asal Brunei Darussalam yang saat ini berkompetisi di Liga Super Malaysia. Keputusan ini menandai babak baru dalam perjalanan kariernya setelah hampir satu dekade membela Persita Tangerang.
Langkah Berani di Usia Produktif
Toha bukanlah nama asing di pentas sepak bola Indonesia. Selama sembilan musim terakhir, ia menjadi andalan di sisi kanan pertahanan Persita Tangerang. Namun, di usia yang masih produktif, ia memilih tantangan baru. Bermain di luar negeri, tepatnya di Brunei Darussalam, bukanlah keputusan yang diambil secara tiba-tiba. Ada pertimbangan matang di balik langkah ini, termasuk keinginan untuk mengukur kemampuan di kompetisi yang berbeda.
DPMM FC sendiri bukanlah klub sembarangan. Meski berbasis di Brunei, tim ini sudah lama malang melintang di Liga Super Malaysia dan kerap menjadi lawan tangguh bagi klub-klub Malaysia. Atmosfer kompetisi yang ketat dan gaya permainan yang berbeda menjadi daya tarik tersendiri bagi Toha.
Pengumuman Resmi dari DPMM FC
Kabar kepindahan Toha pertama kali muncul melalui kanal resmi klub. DPMM FC mengumumkan perekrutan ini melalui akun Instagram resmi mereka, @officialdpmmfc, dengan nada antusias.
"Selamat Datang, Muhammad Toha. Kami dengan senang hati mengumumkan perekrutan bek kanan asal Indonesia, Muhammad Toha," tulis DPMM FC dalam unggahan tersebut.
Pernyataan itu langsung menuai respons dari para penggemar, baik di Indonesia maupun Brunei. Banyak yang menyambut positif langkah Toha, mengingat pengalamannya yang sudah teruji di Liga 1 Indonesia.
Pengalaman Hampir Satu Dekade di Persita
Lebih dari sekadar pemain, Toha adalah simbol loyalitas bagi Persita Tangerang. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan panjang klub, mulai dari masa-masa sulit hingga akhirnya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Pengalaman itu yang kemudian menjadi modal berharganya.
"Sebagai bek kanan yang sarat pengalaman, Toha bergabung setelah hampir satu dekade membela Persita Tangerang," jelas pihak klub dalam pernyataan resmi yang sama.
Kalimat itu menegaskan bahwa DPMM FC tidak hanya merekrut pemain biasa. Mereka mendapatkan seorang bek yang sudah terbukti tangguh dalam menghadapi tekanan, baik di dalam maupun luar lapangan. Toha bukan hanya datang membawa skill, tetapi juga mentalitas dan jam terbang yang sulit dicari.
Persaingan Ketat Menanti di Malaysia
Liga Super Malaysia dikenal sebagai salah satu kompetisi paling kompetitif di kawasan Asia Tenggara. Klub-klub seperti Johor Darul Ta'zim, Selangor, dan Kedah Darul Aman selalu menjadi ancaman serius. DPMM FC sendiri sering kali harus berjuang keras untuk bisa bersaing di papan atas.
Dengan bergabungnya Toha, lini pertahanan DPMM FC mendapat tambahan kekuatan. Kemampuannya dalam membaca permainan, kecepatan, serta akurasi umpan silang menjadi senjata yang bisa diandalkan. Namun, adaptasi tentu tidak akan mudah. Cuaca, gaya main, hingga kultur sepak bola yang berbeda menjadi tantangan tersendiri.
Toha sendiri tampaknya sudah siap menghadapi semua itu. Langkahnya ke Brunei bukan sekadar pindah klub, melainkan sebuah pernyataan bahwa pemain Indonesia juga bisa bersaing di panggung internasional. Kini, semua mata akan tertuju pada penampilan perdananya bersama DPMM FC.
Editor: Andri Setiawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polri Geledah Lokasi di Cipete Terkait Dugaan Korupsi Batu Bara, Asabri, dan Jiwasraya
DPRD Gowa Jadwalkan Pemanggilan Bupati Husniah untuk Klarifikasi Hak Angket
Menteri ESDM Hormati Proses Hukum Kasus Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara untuk PLTU
Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Berstandar Internasional di Bandung