PARADAPOS.COM - Sebuah foto yang beredar luas di media sosial memicu spekulasi tentang insiden penembakan di gedung Badan Gizi Nasional (BGN) Jakarta Pusat pada Kamis siang, 9 Juli 2026. Unggahan akun @menuembegejelek menampilkan gambar kaca pecah di lantai dua yang disebut sebagai ruang kerja Kepala BGN, dan menduga kerusakan itu akibat tembakan orang tak dikenal. Namun, setelah tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Metro Jakarta Pusat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi memastikan tidak ada unsur penembakan. Penyebabnya murni faktor alam, yakni perbedaan suhu ekstrem antara luar dan dalam gedung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Foto Viral dan Isu Penembakan
Kabar ini pertama kali mencuat dari sebuah unggahan di platform X. Dalam keterangan foto yang beredar, disebutkan bahwa kaca di lantai dua gedung BGN pecah pada siang hari. Warganet langsung mengaitkannya dengan situasi panas antara Kejaksaan Agung dan Polri yang tengah menjadi perbincangan. “Min mau up penembakan di lingkungan Badan Gizi Nasional. Kronologi: Siang 9/7 sebuah kaca di gedung BGN tepatnya di lantai 2 ruangan Kepala Badan pecah diduga karena peluru. Tidak ada korban jiwa. Saat ini sedang dilakukan rekonstruksi oleh Kapolres Jakpus. Kemungkinan terkait Pacok V Parjo,” demikian bunyi narasi yang menyertai foto tersebut.
Olah TKP oleh Tim Inafis
Tak butuh waktu lama, satu unit mobil Tim Inafis dari Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB. Empat hingga enam personel langsung memasuki area gedung yang beralamat di Jalan Kebon Sirih itu. Mereka memeriksa setiap sudut kerusakan, mengumpulkan dokumentasi, dan melakukan rekonstruksi di tempat. Di bagian bawah bangunan, serpihan kaca tampak berserakan di atas aspal. Selama proses investigasi berlangsung, awak media yang meliput hanya diizinkan berada di luar area gerbang demi kelancaran pemeriksaan menyeluruh.
Klarifikasi Resmi Polisi
Setelah pemeriksaan rampung, Polres Metro Jakarta Pusat segera angkat bicara. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Reynold, memberikan pernyataan tegas saat dikonfirmasi pada hari yang sama. “Bukan (akibat penembakan),” katanya singkat.
AKP Reynold kemudian menjelaskan secara rinci penyebab di balik retaknya kaca setebal itu. Menurutnya, fenomena ini terjadi karena pemuaian material akibat perbedaan suhu yang drastis. “Pecahan kaca di Gedung BGN diduga terjadi karena suhu panas di luar dan suhu dingin di dalam ruangan akibat penggunaan AC, sehingga terjadi pemuaian yang mengakibatkan kaca pecah,” ujarnya.
Fenomena Berulang di Musim Kemarau
Yang menarik, pihak kepolisian juga mengungkap bahwa kejadian serupa bukanlah hal baru di gedung tersebut. Berdasarkan keterangan resmi dari pengelola gedung, insiden kaca pecah akibat cuaca panas sudah beberapa kali terjadi. “Disampaikan pihak pengelola gedung, dalam satu tahun bisa terjadi satu hingga dua kali kaca gedung pecah saat musim panas atau kemarau,” pungkas Reynold. Pernyataan ini sekaligus menepis rumor yang beredar liar di jagat maya dan mengonfirmasi bahwa tidak ada ancaman keamanan di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Artikel Terkait
Brigjen TNI Anggiat Napitupulu: Dari Pusaran Tuduhan Pengerudukan Polda Metro hingga Rekam Jejak Sang Pakar Hukum Militer
TNI Bantah Keras Keterlibatan Dua Perwira Tinggi dalam Penjemputan Saksi di Polda Metro Jaya
Pengamanan Diperketat di Polda Metro Jaya dan Rumah Dinas Jampidsus di Tengah Penyidikan Korupsi
GEEKVAPE Rilis Laporan Keberlanjutan 2025, Catatkan 9.603 Sertifikasi dan Target Iklim Terverifikasi SBTi