BEM SI Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Korupsi Tanpa Pandang Bulu

- Kamis, 09 Juli 2026 | 18:00 WIB
BEM SI Dukung Polri Usut Tuntas Kasus Korupsi Tanpa Pandang Bulu

PARADAPOS.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya yang tengah mengusut sejumlah dugaan korupsi yang menyita perhatian publik. Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menekankan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, aparat penegak hukum harus diberikan ruang yang cukup untuk bekerja secara profesional hingga seluruh perkara terungkap dengan terang benderang. Dukungan ini disampaikan di tengah meningkatnya sorotan masyarakat terhadap transparansi dan integritas penegakan hukum di Indonesia.

Apresiasi Terhadap Langkah Polri

Dalam pernyataannya pada Kamis (9/7), Muzammil Ihsan mengapresiasi inisiatif Polri yang dinilai responsif terhadap aspirasi publik. Ia menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus dilakukan secara serius, profesional, dan tanpa pandang bulu. "Kami mengapresiasi langkah Polri dalam menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi yang menjadi perhatian masyarakat. Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara serius, profesional, dan tanpa pandang bulu. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Suasana di markas BEM SI pagi itu tampak tenang, namun pernyataan yang dilontarkan Muzammil membawa bobot yang berat. Ia berbicara dengan nada tegas, seolah mewakili kegelisahan mahasiswa yang ingin melihat perubahan nyata dalam sistem hukum negeri ini. Dukungan ini, menurutnya, bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk pengawasan kritis dari elemen mahasiswa.

Harapan Agar Pengusutan Tidak Setengah Hati

Muzammil menegaskan bahwa pengungkapan perkara korupsi tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan. Ia mendorong penyidik untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual maupun mereka yang menikmati hasil kejahatan tersebut. "Masyarakat berharap proses ini tidak berhenti di tengah jalan. Penegakan hukum harus berani menyentuh siapa pun tanpa melihat jabatan, kekuasaan, maupun afiliasi tertentu. Di situlah integritas penegakan hukum dipertaruhkan," ungkapnya.

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa publik tidak hanya menunggu hasil, tetapi juga mengawasi setiap langkah penyidikan. Di tengah hiruk-pikuk pemberitaan, BEM SI hadir sebagai salah satu suara yang konsisten menyuarakan prinsip keadilan.

Sorotan Terhadap Pengamanan di Kediaman Jampidsus

Tak hanya soal pengusutan korupsi, BEM SI juga menyoroti perhatian publik terkait pengamanan di kediaman Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Menurut Muzammil, setiap bentuk pengamanan yang dilakukan berdasarkan ketentuan hukum patut dihormati. Namun, ia mengingatkan agar langkah tersebut tidak menimbulkan persepsi negatif yang dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap independensi penegakan hukum.

"Dalam penanganan perkara korupsi, penting bagi seluruh pihak menjaga prinsip supremasi sipil dan tidak melakukan tindakan yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk intervensi terhadap proses penyidikan. Biarkan aparat penegak hukum bekerja secara independen sesuai kewenangannya," tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan dengan hati-hati, mengingat sensitivitas isu yang menyangkut lembaga penegak hukum. Muzammil menambahkan bahwa sinergi antar lembaga negara memang tetap penting, namun harus berjalan dalam koridor hukum tanpa mengurangi independensi masing-masing institusi.

Komitmen Pemberantasan Korupsi

BEM SI berharap pengungkapan sejumlah dugaan korupsi ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam memperkuat pemberantasan korupsi. Muzammil menutup pernyataannya dengan pesan yang lugas. "Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang merampas hak-hak rakyat. Karena itu, kami mendukung setiap upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Jangan ada intervensi, jangan ada tebang pilih, dan jangan ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun di hadapan hukum," ujarnya.

Dari sudut pandang aktivis mahasiswa, pernyataan ini mencerminkan sikap kritis yang tetap menjunjung tinggi proses hukum. Di tengah dinamika politik dan hukum yang kerap berbelit, BEM SI mencoba menjaga agar pemberantasan korupsi tidak kehilangan arah.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar