PARADAPOS.COM - Tiga pekerja proyek pembangunan jaringan perpipaan PDAM di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, ditemukan tewas pada Kamis (9/7) pagi. Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.20 WIB itu mengejutkan banyak pihak, terutama karena salah satu dari ketiga korban merupakan warga negara (WN) China. Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh China Railway 11th Construction Corporation (CRCC 11), sebuah perusahaan konstruksi asal China. Ketiga korban yang meninggal dunia adalah S (45) dan H (47), keduanya WN Indonesia, serta L.Z. (33), WN China. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian mereka masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Kronologi Kejadian di Gorong-gorong Proyek
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, para pekerja saat itu tengah melakukan pengecekan dan pembersihan sumur bor. Mereka memasuki gorong-gorong proyek ketika insiden nahas itu terjadi. Suasana di lokasi sempat tegang ketika rekan kerja yang lain menemukan ketiga korban dalam keadaan tidak bergerak. Upaya penyelamatan pun segera dilakukan, namun sayangnya, saat proses evakuasi berlangsung, ketiganya sudah tidak bernyawa.
Kapolsek Cipayung, Kompol Saut Parulian Tobing, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri untuk proses identifikasi lebih lanjut.
"Saat dievakuasi dari dalam gorong-gorong, ketiganya sudah meninggal. Tiga korban langsung dibawa oleh Inafis Polres ke RS Polri untuk identifikasi selanjutnya," tuturnya kepada awak media di lokasi kejadian.
Fokus pada Standar Keselamatan Kerja
Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, perhatian publik mulai tertuju pada penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di proyek tersebut. Insiden yang merenggut tiga nyawa ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Banyak pihak menyoroti mekanisme pengawasan di lapangan, terutama untuk aktivitas berisiko tinggi seperti pekerjaan di ruang terbatas atau confined space.
Pekerjaan semacam ini memerlukan protokol ketat, mulai dari pengukuran kadar oksigen hingga ketersediaan alat bantu pernapasan. Pertanyaan mendasar yang kini mengemuka adalah apakah semua prosedur itu telah dijalankan dengan benar sebelum para pekerja turun ke gorong-gorong.
Menanti Keterangan Resmi CRCC 11 dan Kedutaan Besar China
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak CRCC 11 mengenai kronologi detail kejadian maupun langkah evaluasi yang akan mereka ambil. Publik menantikan penjelasan perusahaan tersebut terkait penerapan prosedur K3 di proyek yang sedang mereka garap. Langkah evaluasi pasca-insiden juga dinilai penting untuk memastikan kecelakaan kerja serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.
Sementara itu, terkait keberadaan korban WN China, belum diketahui secara pasti apakah peristiwa ini telah diberitahukan kepada Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia. Tanggapan dari pihak kedutaan dinilai krusial, terutama dalam hal pendampingan kepada keluarga korban dan koordinasi dengan otoritas terkait di Indonesia.
Sampai berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari CRCC 11 maupun Kedutaan Besar Republik Rakyat China di Indonesia. Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti peristiwa yang mengguncang proyek infrastruktur di Jakarta Timur tersebut.
Artikel Terkait
DPR Dorong RUU Satu Data Indonesia Gantikan Perpres 39/2019 demi Kebijakan Berbasis Data Akurat
Menlu Iran ke Oman Bahas Stabilitas Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS
Polda Banten Bongkar Pungli Berkedok Biaya Kebersihan Pasar di Kawasan Industri Serang, Empat Pelaku Dibekuk
Polisi Perairan Perketat Pengawasan di Perbatasan Nunukan dan Sebatik untuk Cegah Kejahatan Lintas Negara