PARADAPOS.COM - Ketua Umum Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI), Joko Priyoski, memberikan apresiasi terhadap komitmen Bank Jakarta dalam menerapkan prinsip "good corporate governance" (GCG). Pujian ini disampaikan di tengah dinamika yang tengah dihadapi perusahaan, di mana bank daerah tersebut dinilai tetap fokus melayani masyarakat tanpa gangguan berarti. Berdasarkan pemantauan organisasi, aktivitas operasional dan layanan nasabah berjalan normal, menandakan stabilitas di tengah proses hukum yang berlangsung.
Apresiasi terhadap Tata Kelola dan Stabilitas Operasional
Joko Priyoski menekankan bahwa transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik merupakan fondasi penting bagi industri perbankan. “Komitmen terhadap transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Jumat, 17 Juli 2026.
Ia juga menyoroti ketegasan manajemen Bank Jakarta yang memastikan seluruh aktivitas operasional dan layanan kepada nasabah tetap berlangsung tanpa hambatan. Menurutnya, stabilitas operasional di tengah tekanan eksternal adalah indikator profesionalisme sebuah lembaga keuangan.
Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan KAMAKSI, tidak ditemukan adanya gangguan terhadap layanan perbankan maupun aktivitas bisnis Bank Jakarta selama proses hukum berjalan. “Hasil pemantauan kami menunjukkan pelayanan kepada nasabah tetap berjalan normal. Hal ini menandakan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung tidak memengaruhi kualitas pelayanan maupun operasional perusahaan,” jelas Joko.
Transformasi Menuju Tata Kelola yang Lebih Baik
Lebih dari sekadar stabilitas, Joko menilai langkah Bank Jakarta dalam memperkuat sistem pengendalian internal, kepatuhan, serta manajemen risiko merupakan bagian dari transformasi perusahaan yang patut diapresiasi. Kemampuan menjaga keberlangsungan layanan di tengah dinamika eksternal, tambahnya, menjadi bukti nyata profesionalisme.
“Transformasi yang dilakukan Bank Jakarta patut diapresiasi. Penguatan pengendalian internal, kepatuhan, serta manajemen risiko merupakan elemen penting dalam membangun lembaga keuangan yang sehat, transparan, akuntabel, dan dipercaya publik,” ungkapnya.
Menurut Joko, penerapan prinsip GCG bukan sekadar kewajiban formal, melainkan fondasi utama bagi bank daerah untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat. Ia menambahkan bahwa komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam membangun reputasi jangka panjang.
Di sisi lain, manajemen Bank Jakarta memastikan seluruh kegiatan operasional, pelayanan kepada nasabah, serta implementasi prinsip kehati-hatian, transparansi, akuntabilitas, dan GCG tetap berjalan optimal. Hal ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju institusi perbankan yang semakin sehat, profesional, dan terpercaya.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Trump Deklasifikasi Dokumen Intelijen Klaim Bukti Campur Tangan Tiongkok di Pemilu 2020, Berbenturan dengan Temuan IC
BGN Akui Aturan Janggal Jadi Biang Polemik Pembagian Lele Mentah Program Makan Bergizi Gratis
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Bandung Siang hingga Sore, Suhu Capai 28 Derajat Celsius
Ketua KPK Minta Mahasiswa Papua Awasi Dana Otsus Rp12,69 Triliun