PARADAPOS.COM - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia Kawasan Timur Tengah dan Afrika (Timtengka) resmi menggelar Simposium Kawasan Timtengka Oman 2026 di Auditorium Imam Jabir Bin Ziyad, Muscat, Oman, pada Rabu, 22 Juli 2026. Acara tahunan yang memadukan tema akademik dan kebangsaan ini menghadirkan Wakil Menteri Luar Negeri RI, H. Muhammad Anis Matta, Lc., M.S., sebagai pembicara kunci dengan fokus bahasan Geopolitik Kawasan Timur Tengah. Simposium ini dirancang sebagai ruang pertemuan gagasan, penguatan jejaring kolaborasi antarpelajar dan diaspora, serta diskusi isu-isu strategis lintas negara yang relevan dengan dinamika global.
Momentum di Tengah Ketidakpastian Global
Pemilihan tema geopolitik bukan tanpa alasan. Di tengah gejolak politik dunia yang masih memanas, Muhammad Anis Matta dalam materinya menekankan betapa genting dan pentingnya penyelenggaraan forum semacam ini. Ia tidak hanya memotret kondisi terkini, tetapi juga memaparkan peta perhatian serta arah kebijakan diplomasi Indonesia terhadap kawasan dunia Islam di Timur Tengah dan Afrika. Paparan tersebut memberikan perspektif segar bagi para mahasiswa yang selama ini mengikuti perkembangan regional dari jauh.
Suasana di Auditorium Imam Jabir Bin Ziyad terasa berbeda sejak awal. Para peserta yang datang dari berbagai negara di kawasan Timtengka tampak serius menyimak setiap sesi. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari Republik Indonesia dan Kesultanan Oman menambah bobot acara. Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Muscat, Heru Budiarso, serta Dekan Institut Ulum Al-Syari'ah Oman, Dr. Syekh Rasyid bin Ali Al-Harthi, terlihat hadir di barisan depan. Kehadiran para pejabat dan akademisi ini menegaskan bahwa peran generasi muda dan mahasiswa Indonesia di kawasan tersebut dianggap krusial, baik dalam konteks diplomasi maupun pengembangan ilmu pengetahuan.
Rangkaian Pembukaan yang Khidmat
Pembukaan simposium berlangsung tertib dan penuh makna. Pembawa acara memandu jalannya kegiatan dengan memaparkan secara singkat latar belakang, maksud, dan tujuan utama digelarnya forum ini. Suasana langsung berubah khidmat ketika Rusi Fatmawita melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Setelah itu, rangkaian acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara, Indonesia Raya dan Lagu Kebangsaan Oman, yang diikuti dengan Mars PPI Dunia. Lantunan lagu-lagu tersebut menggema di seluruh ruangan, membangkitkan rasa kebanggaan tersendiri bagi para hadirin.
"Kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan, jajaran panitia, serta pihak sponsorship dan media partner yang telah mendukung penyelenggaraan acara," ujar Ketua Panitia Simposium Kawasan Timtengka Oman 2026 dalam sambutannya.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Koordinator PPI Dunia Kawasan Timtengka, Ahmad Luthfy Nasry. Ia menyampaikan harapannya agar forum ini mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara mahasiswa Indonesia di perantauan dengan perkembangan isu terkini di tanah air maupun di kawasan tempat mereka menimba ilmu. Selanjutnya, sesi Welcoming Speech disampaikan oleh KUAI KBRI Muscat, Heru Budiarso, dan Dekan Institut Ulum Al-Syari'ah Oman, Dr. Rashid bin Ali Al-Harthi. Keduanya menyambut hangat seluruh delegasi mahasiswa yang hadir dari berbagai negara di Oman.
Puncak Seremoni dan Simbolisme Pembukaan
Puncak acara pembukaan ditandai dengan seremoni simbolis yang dilakukan oleh Wamenlu RI, KUAI KBRI Muscat, dan Dekan Institut Ulum Al-Syari'ah. Prosesi yang dikoordinasikan oleh Tim Seremonial Panitia ini menjadi penanda resmi dimulainya seluruh rangkaian Simposium PPI Dunia Kawasan Timtengka Oman 2026. Momen tersebut diakhiri dengan prosesi penyerahan kenang-kenangan kepada seluruh pihak yang terlibat, sesi foto bersama, pembacaan doa untuk kelancaran agenda, serta ramah tamah melalui makan siang bersama.
Melalui simposium ini, para peserta dan pelajar Indonesia di kawasan Timtengka diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan kontributif bagi bangsa Indonesia maupun hubungan bilateral dengan negara-negara di kawasan Timur Tengah dan Afrika. Forum ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia di luar negeri tidak hanya belajar, tetapi juga aktif berkontribusi dalam percaturan pemikiran strategis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Guru ASN di Takalar Diciduk Polisi Usai Diduga Rekam Mahasiswi KKN di Toilet Sekolah
Baznas dan BKKBN Luncurkan Program ZCD untuk Tekan Stunting dan Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga
Pengacara Pelapor: Mustahil Pemilik Rumah Tak Tahu Brankas Berisi Emas 74 Kg di Sentul
Kejagung Periksa Empat Saksi Kementerian Kehutanan untuk Usut Legalitas Kayu Bahan Baku Ekspor Pulp PT TPL