TNI Masih Buru Kelompok Bersenjata yang Menculik Sembilan Warga di Mimika

- Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:25 WIB
TNI Masih Buru Kelompok Bersenjata yang Menculik Sembilan Warga di Mimika

PARADAPOS.COM - Satuan TNI dari Kodim 1710/Mimika masih memburu kelompok bersenjata yang membawa paksa sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Peristiwa penculikan ini terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026, dan dilaporkan oleh masyarakat setempat kepada Danramil Jila. Dalam insiden tersebut, seorang ibu bernama Neregingget Magai (48) tewas ditembak, sementara Inkolung Aim mengalami patah tulang kaki setelah didorong ke jurang. Hingga Rabu malam, 19 Agustus 2026, TNI masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diperkirakan berjumlah 15 orang.

Pengerahan Personel dan Laporan Awal

Komandan Kodim 1710/Mimika, Letnan Kolonel Infanteri Jozanda, membenarkan bahwa personelnya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Ia menuturkan bahwa laporan tersebut pertama kali diterima oleh Danramil Jila dari masyarakat setempat pada hari kejadian. Jozanda mengonfirmasi bahwa sembilan warga yang dibawa paksa terdiri dari anak-anak usia sekolah dasar, remaja, dan seorang perempuan hamil muda.

“Jangan khawatir, kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit yang melakukan pengejaran ini juga diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini,” ujarnya kepada Antara pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Menurut penuturannya, istilah “pembawaan paksa” digunakan karena para korban benar-benar dipaksa meninggalkan lokasi oleh kelompok bersenjata. Rincian awal yang diterima menyebutkan para korban adalah anak kelas III SD, kelas IV SD, kelas VI SD, tiga orang berusia 18 tahun, dan satu orang perempuan berusia 17 tahun yang sedang mengandung.

Kronologi Kekerasan dan Upaya Perlawanan

Kejadian berdarah ini bermula ketika dua orang ibu mencoba menghalangi anak-anak mereka dibawa paksa. Upaya perlawanan tersebut berujung pada tindakan brutal dari kelompok bersenjata. Salah satu ibu, Neregingget Magai, ditembak dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara itu, Inkolung Aim, ibu lainnya, didorong ke jurang hingga mengalami patah tulang kaki.

“Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal ditempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki,” jelas Jozanda.

Jozanda menambahkan bahwa jenazah Neregingget Magai langsung dikremasi oleh keluarganya pada sore hari yang sama. Sementara itu, Inkolung Aim saat ini masih menjalani perawatan intensif di Jila. “Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa,” tuturnya.

Kondisi Keamanan dan Investigasi

Meskipun situasi keamanan di Distrik Jila mulai menunjukkan tanda-tanda kondusif, akses transportasi udara ke wilayah tersebut masih belum bisa dilakukan. Hal ini menjadi kendala tersendiri dalam proses evakuasi maupun pengiriman bantuan. Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari masyarakat, kelompok bersenjata yang melakukan aksi ini diperkirakan berjumlah sekitar 15 orang.

TNI masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas dan asal usul kelompok tersebut. Jozanda mengungkapkan adanya kejanggalan yang mengarah pada dugaan bahwa kelompok ini merupakan kelompok baru. Perbedaan bahasa yang digunakan oleh para pelaku dengan masyarakat setempat menjadi petunjuk awal yang kuat.

“Untuk kelompok ini dari mana, kami sedang melakukan investigasi. Nanti saya informasikan lagi. Dan lebih penting, ini kelompok baru karena bahasanya berbeda dengan masyarakat di sana,” ungkapnya.

Daftar Nama Korban dan Kecaman

Peristiwa ini memantik kecaman keras dari Komandan Kodim 1710/Mimika. Ia menilai aksi pembawaan paksa yang menyasar anak-anak dan perempuan hamil sebagai tindakan keji dan tidak manusiawi. Pihak TNI berkomitmen untuk terus mengejar dan menuntaskan kasus ini hingga para korban ditemukan dan pelaku berhasil diidentifikasi.

Berdasarkan data resmi yang disampaikan Dandim 1710/Mimika, berikut adalah identitas sembilan warga yang dibawa paksa:

  1. Nemerina Wamang, 17 tahun, sedang hamil muda.
  2. Alin Mesawarol, pelajar kelas VI SD.
  3. Nopi Aim, pelajar kelas IV SD.
  4. Opinte Meswaro, pelajar kelas III SD.
  5. Yonita Senawatme, 18 tahun.
  6. Meria Nibilingame, 15 tahun.
  7. Wena Katagame, 18 tahun.
  8. Ilimin Onawame, 18 tahun.
  9. Miante Nibilingame, 13 tahun.

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian dan pengejaran masih terus dilakukan oleh personel TNI di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penyelamatan serta penegakan hukum kepada aparat keamanan.

Editor: Bagus Kurnia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar