paradapos.com, Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 2, Prabowo Subianto dinilai sebagai pemenang pada debat ketiga Pemilihan Presiden (Pilpres) yang berlangsung pada Minggu (07/01) malam.
Sebab, Menteri Pertahanan (Menhan) ini dinilai paham dan mampu menyampaikan gagasan pertahananannya kepada publik.
"Pemahaman Prabowo terkait urusan militer juga lebih konkret," kata Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara saat dihubungi, Selasa (09/01).
Baca Juga: Kerja Nyata Kuatkan Industri Pertahanan, Prabowo Konkret Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Salah satu bukti pemahaman tinggi Prabowo akan dunia militer adalah keteguhannya tidak membuka data militer yang sangat rahasia. Meski dalam debat, Prabowo didesak oleh para pesaingnya.
Terlebih, militer merupakan pertahanan data yang masuk ke dalam pengecualian dalam Undang-Undang (UU) 14/2008 atau Keterbukan Informasi Publik (KIP).
Sebab, data pertahanan merupakan hal yang sensitif dan rentan.
Baca Juga: Miliki Jaringan Internasional, Kepemimpinan Prabowo Buat Indonesia Disegani di Pentas Global
"Sebagai Menhan, Prabowo bisa membedakan mana yang bisa diungkap transparan kepada publik dan mana yang bersifat confidential," ucap Igor.
Sebelumnya, dalam debat ketiga, Prabowo mendapat serangan dari para pesaingnya.
Misalnya soal Minimum Essential Force (MEF) dan pengadaan alat utama sistem persenjataan bekas.
Baca Juga: Dinilai Bijak, Prabowo Calon Pemimpin yang Utamakan Kerja Nyata
Prabowo pun menolak dan mengundang para pesaingnya untuk membicarakan ini lebih lanjut.
Hal itu sebagai upaya untuk melindungi data pertahanan sangat rahasia.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: unews.id
Artikel Terkait
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Ledakan Ranjau Saat Misi PBB di Lebanon
Penumpang Berhak Refund Jika Maskapai Batalkan atau Ubah Jadwal Penerbangan
Menteri Transmigrasi Rencanakan Ekosistem Ekonomi Baru di Lahan Transmigrasi Pandeglang
Presiden Prabowo Kecam Serangan di Lebanon yang Tewaskan Tiga Prajurit TNI