Wakil Ketua MPR Ibas: Mahasiswa Harus Jadi Kekuatan Moral dan Gerakan Solusi, Bukan Sekadar Kritik

- Rabu, 27 Mei 2026 | 01:00 WIB
Wakil Ketua MPR Ibas: Mahasiswa Harus Jadi Kekuatan Moral dan Gerakan Solusi, Bukan Sekadar Kritik

PARADAPOS.COM - Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menegaskan bahwa organisasi kemahasiswaan bukan sekadar forum diskusi, melainkan ruang kesadaran kolektif bagi generasi muda untuk menentukan masa depan Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam “Diskusi Kebangsaan Lintas Organisasi Mahasiswa” bertema “Merajut Kebangsaan, Menguatkan Indonesia: Pergerakan, Harmoni, dan Pengabdian untuk Negeri” di Gedung MPR RI, Jakarta, pada Minggu (25/5). Ia mengingatkan agar bangsa ini tidak terpecah oleh perbedaan.

Pesan Ibas: Mahasiswa Harus Jadi Kekuatan Moral

Di hadapan peserta diskusi, pria yang akrab disapa Ibas itu menekankan bahwa tantangan global saat ini kian kompleks. Mulai dari konflik geopolitik, ketimpangan ekonomi, krisis pangan dan energi, hingga ancaman polarisasi sosial akibat derasnya arus informasi yang tidak terkendali. Karena itu, mahasiswa dan pemuda diharapkan tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang kritis, solutif, dan berorientasi pada pengabdian.

“Kita harus menjadi bangsa yang kuat bukan karena seragam, tetapi karena mampu merawat keberagaman,” ujarnya.

Idealisme sebagai Bahan Bakar Perubahan

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu mengutip pesan Tan Malaka bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda. Menurutnya, idealisme generasi muda merupakan bahan bakar perubahan dan penentu arah masa depan bangsa. Ia mencontohkan bagaimana sejarah bangsa selalu mencatat keterlibatan mahasiswa dalam setiap momentum penting, seperti Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, hingga Reformasi 1998.

“Kritis boleh, tetapi harus solutif. Berani harus, tetapi tetap bijaksana. Idealis wajib, tetapi juga realistis,” tegas Anggota Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat tersebut.

Dorong Gerakan Solusi, Bukan Sekadar Kritik

Ibas mengajak organisasi mahasiswa untuk terus menjaga persaudaraan kebangsaan, memperkuat literasi digital, membangun dialog lintas identitas, serta mengawal konstitusi dan kebijakan pemerintah secara konstruktif. Menurut lulusan Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce dari Curtin University, Australia, itu, pergerakan mahasiswa saat ini tidak cukup hanya menjadi gerakan kritik. Harus ada langkah nyata sebagai gerakan solusi dan pengabdian bagi masyarakat.

“Jika baik kita dukung, jika kurang kita kritisi dengan solusi, dan jika salah kita perbaiki bersama,” katanya.

Beasiswa sebagai Pemantik Semangat

Sebagai bentuk dukungan nyata, Ibas yang juga lulusan Master of Science in International Political Economy dari Nanyang Technological University, Singapura, itu menyerahkan puluhan beasiswa kepada mahasiswa yang membutuhkan. Bantuan tersebut diberikan sebagai pemantik semangat agar mahasiswa dapat terus melanjutkan pendidikan, mengembangkan kapasitas diri, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.

Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN itu pun mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk terus merajut kebangsaan dengan harmoni serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk memperkuat Indonesia.

“Mari jadikan mahasiswa sebagai penjaga masa depan bangsa,” pungkas mahasiswa Program Doktoral Manajemen dan Bisnis IPB University tersebut.

Lintas Organisasi Hadir

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai organisasi mahasiswa lintas agama dan ideologi, di antaranya HMI, GMNI, IMM, KMHDI, HIKMAHBUDHI, PMKRI, KAMMI, GMKI, dan PMII. Turut mendampingi Sekretaris Fraksi Partai Demokrat MPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto, Kapoksi Komisi X DPR RI Sabam Sinaga, serta Anggota Komisi X DPR RI Bramantyo Suwondo.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar