Daya Beli Warga Palestina Menurun, Pedagang Hewan Kurban di Hebron Keluhkan Sepinya Pembeli

- Rabu, 27 Mei 2026 | 01:25 WIB
Daya Beli Warga Palestina Menurun, Pedagang Hewan Kurban di Hebron Keluhkan Sepinya Pembeli
PARADAPOS.COM - Ratusan warga Palestina memadati pasar ternak di Kota Hebron, Tepi Barat, untuk membeli hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Meski lalu-lalang pengunjung terlihat ramai, sejumlah pedagang justru mengeluhkan daya beli masyarakat yang menurun drastis. Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya angka pengangguran akibat perang yang berkepanjangan serta dampak invasi militer Israel di wilayah tersebut.

Suasana Pasar dan Keluhan Pedagang

Di lapangan, suasana pasar ternak memang tidak sepi. Warga berbondong-bondong datang sejak pagi, mencari kambing atau domba yang sesuai dengan anggaran mereka. Namun, di balik keramaian itu, para pedagang mengamati perubahan perilaku konsumen. Salah seorang pedagang mengungkapkan, melemahnya daya beli masyarakat disebabkan meningkatnya angka pengangguran akibat perang yang berkepanjangan. “Banyak pelanggan tetap saya yang tahun ini hanya bertanya harga, lalu pergi. Mereka bilang belum ada uang,” ujarnya sambil membereskan tali pengikat ternak. Meski begitu, sebagian warga tetap berupaya membeli hewan kurban. Bagi mereka, ibadah kurban adalah tradisi yang tak boleh dilewatkan, sekaligus momen berkumpul bersama keluarga di tengah tekanan ekonomi dan politik.

Dampak Ekonomi dan Invasi Militer

Selain pasar ternak, pasar makanan dan kue tradisional juga dipadati pengunjung. Warga sibuk mempersiapkan hidangan khas Idul Adha, seperti maftoul dan kue kering, meski dengan porsi yang lebih hemat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini tidak bisa dilepaskan dari situasi politik yang memburuk. Sebelumnya, invasi militer Israel di Tepi Barat disebut turut memperburuk kondisi ekonomi Palestina. Pembatasan akses, penutupan jalan, dan berkurangnya lapangan kerja menjadi faktor utama yang menekan pendapatan rumah tangga. Seorang pengamat ekonomi setempat menambahkan, krisis ini bukan hanya soal daya beli, tetapi juga soal kepercayaan diri masyarakat untuk berbelanja. “Ketika masa depan tidak pasti, orang cenderung menahan pengeluaran. Ini wajar, tapi menyedihkan,” jelasnya.

Harapan di Tengah Keterbatasan

Di sudut lain pasar, seorang ibu muda terlihat sibuk memilih kambing berwarna putih. Ia mengaku harus menabung selama tiga bulan untuk bisa membeli hewan kurban tahun ini. “Biar kecil, yang penting bisa berkurban. Ini untuk anak-anak saya, agar mereka tahu arti berbagi,” tuturnya sambil tersenyum. Pemandangan seperti ini menjadi pengingat bahwa di balik data ekonomi yang suram, semangat berbagi dan beribadah tetap menyala. Masyarakat Palestina, sekali lagi, menunjukkan ketahanan mereka di tengah keterbatasan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar