Bobby Nasution Desak PLN Jadikan Pemadaman Listrik Massal di Sumatera sebagai Evaluasi Serius

- Rabu, 27 Mei 2026 | 01:50 WIB
Bobby Nasution Desak PLN Jadikan Pemadaman Listrik Massal di Sumatera sebagai Evaluasi Serius
PARADAPOS.COM - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendesak PT PLN (Persero) menjadikan pemadaman listrik massal di sebagian besar Pulau Sumatera pada Jumat, 22 Mei 2026, sebagai bahan evaluasi serius. Peristiwa blackout yang berlangsung lama itu, menurutnya, memicu berbagai masalah di tengah masyarakat. Dalam pertemuan dengan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, Mundakhir Salman, di ruang kerjanya pada Selasa (26/5/2026), Bobby menyoroti dampak langsung yang dirasakan warga.

Genset Tak Sepenuhnya Menjadi Solusi

Bobby mengakui bahwa pihaknya telah menginstruksikan penggunaan genset di seluruh instansi pemerintahan sebagai langkah antisipasi. Namun, situasi di lapangan ternyata tidak sesederhana itu. “Saya melihat kemarin dari apa yang terjadi dan apa penyebabnya. Sudah kita minta antisipasi seluruh pemerintahan untuk menggunakan genset. Namun karena tiba-tiba, jadi tidak semua bisa ter-cover,” ujar Bobby dalam keterangannya, Rabu (27/5/2026). Ia menambahkan, kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Gangguan serupa yang terjadi hampir setiap tahun di Sumatera harus menjadi peringatan. Apalagi, di tengah dorongan pemerintah untuk mengalihkan berbagai sektor ke energi listrik, keandalan pasokan menjadi syarat mutlak. “Hari ini kan pemerintah minta semua serba listrik, mulai dari kompor, mobil bahkan transportasi umum seperti bus sudah listrik. Makanya kami minta supportnya (jaminan ketersediaan listrik). Jangan lagi ada istilah blackout setiap tahun, karena waktunya sangat lama dan meluas,” tegasnya.

Sorotan pada Sektor Vital dan Kepulauan Nias

Orang nomor satu di Sumut itu secara spesifik menyoroti pentingnya sistem cadangan listrik untuk pelayanan publik yang krusial. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan dengan kebutuhan daya besar, menurutnya, tidak boleh bergantung sepenuhnya pada genset yang terkadang terlambat diaktifkan. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sempat menyatakan pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dalam kondisi surplus. “Kejadian ini menunjukkan ada yang salah dengan klaim surplus tersebut,” ucap Bobby, menyiratkan adanya celah antara data di atas kertas dengan realitas di lapangan. Tak hanya itu, Bobby juga menekankan perlunya perhatian khusus untuk Kepulauan Nias. Ia mendorong pembangunan pembangkit listrik di sana agar kebutuhan masyarakat setempat dapat terpenuhi secara optimal dan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar pulau yang rentan gangguan.

PLN Minta Maaf dan Berkomitmen Perbaiki Pasokan

Menanggapi desakan tersebut, Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Ia menjelaskan bahwa blackout kali ini dipicu oleh putusnya jaringan kabel listrik bertegangan ekstra tinggi di Jambi, yang efeknya merambat ke seluruh sistem kelistrikan Sumbagut. “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya. Meski demikian, Mundakhir berjanji akan meningkatkan kesiapan pasokan listrik ke depan. Salah satu prioritas yang ia sebutkan adalah dukungan penuh terhadap perhelatan Piala AFF U-19 yang akan digelar di Sumut. PLN, lanjutnya, akan memastikan pasokan listrik di stadion dan seluruh fasilitas pendukung berjalan lancar. “Khusus di daerah bencana, tinggal di Kabupaten Tapanuli Tengah saja yang perlu perbaikan. Untuk perhelatan Piala AFF kita akan persiapkan lebih baik,” pungkasnya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar