Trump Tegaskan AS dan Rusia Tidak Berlomba Senjata Nuklir
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Washington dan Moskow tidak terlibat perlombaan senjata nuklir, meski kedua negara terus mengembangkan sistem persenjataan strategis. Pernyataan ini disampaikan menanggapi uji coba rudal nuklir Rusia Burevestnik yang diumumkan berhasil oleh Vladimir Putin.
Tanggapan Trump Atas Rudal Burevestnik Rusia
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut keberhasilan Rusia menguji rudal jelajah nuklir 14.000 kilometer tidak perlu dibesar-besarkan. AS diklaim telah memiliki sistem senjata memadai untuk pertahanan tanpa perlu pamer kekuatan.
"Mereka tidak main-main dengan kita, dan kita juga tidak main-main dengan mereka," kata Trump seperti dikutip The Washington Post.
Kritik Trump Terhadap Prioritas Rusia
Trump menilai langkah Rusia memamerkan kemampuan nuklir menunjukkan fokus keliru di tengah perang Ukraina. Menurutnya, Moskow seharusnya memprioritaskan penyelesaian konflik yang telah berlangsung hampir 4 tahun.
"Itu bukan hal pantas bagi Putin. Anda seharusnya mengakhiri perang yang seharusnya berlangsung seminggu kini hampir 4 tahun," ujarnya.
Kemampuan Rudal Nuklir Burevestnik
Putin mengumumkan rudal Burevestnik berhasil mengenai target 14.000 km pada Minggu (26/10/2025). Rudal ini dipuji sebagai senjata strategis "unik" yang belum tertandingi dunia.
Trump mengungkapkan AS telah menempatkan kapal selam nuklir di lepas pantai Rusia, dan "tidak perlu menempuh jarak sejauh itu untuk mengenai sasaran."
Profil Rudal Burevestnik NATO Skyfall
Burevestnik diperkenalkan Putin tahun 2018 sebagai bagian dari enam sistem senjata strategis baru Rusia. Rudal jelajah nuklir ini diklaim memiliki daya jelajah hampir tak terbatas berkat reaktor nuklir mini. Sejumlah uji coba sebelumnya dilaporkan gagal dan menimbulkan kekhawatiran kebocoran radiasi.
Pernyataan Trump menegaskan hubungan strategis AS-Rusia masih terkendali meski ketegangan global meningkat. Kebijakan pertahanan AS ditegaskan tidak berorientasi perlombaan nuklir, melainkan penyeimbangan kekuatan global dan pencegahan konflik.
Artikel Terkait
Kemendikdasmen Rilis Pedoman Hardiknas 2026, Tema Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu
Penjual Sayur Keliling di Lampung Selatan Berangkat Haji setelah 20 Tahun Menabung Recehan
Pengasuh Daycare di Banda Aceh Ditetapkan sebagai Tersangka Penganiayaan Balita
Serangan Udara Israel Tewaskan Empat Warga Palestina di Gaza Saat Gencatan Senjata