Kericuhan di Pasar Parung Bogor Dipicu Sengketa Biaya Parkir
Insiden kericuhan terjadi di Pasar Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (28/10/2025) sore. Menurut kepolisian, konflik ini dipicu oleh penolakan sekelompok anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk membayar biaya parkir kendaraan mereka.
Penyebab Kerusuhan di Pasar Parung
Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo menjelaskan bahwa pemicu utama keributan adalah keberatan sejumlah pengendara dari ormas terhadap pembayaran tiket parkir. "Karena keberatan untuk membayar biaya parkir di Pasar Parung," jelas Anggi pada Rabu (29/10/2025).
Kronologi Kejadian di Lokasi Parkir
Kejadian bermula ketika beberapa kendaraan minibus pribadi memasuki area parkir Pasar Parung. Saat keluar dari lokasi parkir, terjadi perselisihan karena sejumlah pengemudi menolak membayar kewajiban parkir. Situasi ini memicu ketegangan yang berujung pada aksi penganiayaan terhadap petugas parkir dan perusakan fasilitas kantor pengelola parkir.
Dampak dan Kondisi Korban
Akibat insiden ini, petugas parkir mengalami luka-luka. Video kericuhan yang memperlihatkan anggota ormas mengenakan seragam terlibat dalam kerusuhan telah viral di media sosial.
Proses Hukum dan Mediasi
Kepolisian menyatakan kasus ini masih dalam proses penanganan. Namun, terdapat upaya mediasi dari kedua belah pihak untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di kawasan Pasar Parung Bogor.
Artikel Terkait
Direktur PoliEco Digital: Hilirisasi dan Optimalisasi DHE Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Tekanan Global
Hari Dunia untuk Memerangi Penggurusan 2026 Soroti Nasib Padang Rumput yang Terabaikan
Pemuda di Pati Bakar Rumah Orang Tua karena Permintaan Uang Merantau Tak Dipenuhi
Pemprov NTB Berlakukan Pemutihan Pajak Kendaraan Mulai 15 Juni, Hapus Denda 100 Persen