Polda Aceh Pecat Anggota Brimob yang Diduga Desersi dan Gabung dengan Tentara Rusia
Polda Aceh secara resmi telah memberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) seorang anggota Brimob yang diduga melakukan desersi dan bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia. Anggota tersebut adalah Bripda Muhammad Rio dari Satuan Brimob Polda Aceh.
Kronologi Pelanggaran dan Proses Hukum
Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, Kabid Humas Polda Aceh, menjelaskan bahwa Rio telah lama memiliki catatan pelanggaran. Sebelumnya, pada 14 Mei 2025, Rio telah dijatuhi sanksi administratif berupa mutasi demosi dan penempatan di pelayanan markas (yanma) akibat kasus perselingkuhan dan pernikahan siri yang disidang oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP).
Pelanggaran berlanjut ketika Rio tidak masuk dinas tanpa keterangan jelas sejak 8 Desember 2025. Polda Aceh kemudian aktif mencari kehadirannya, melayangkan surat panggilan, dan bahkan menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).
Bukti Keberangkatan dan Pengakuan Bergabung dengan Rusia
Bukti kunci muncul pada 7 Januari 2026, ketika Rio mengirimkan pesan WhatsApp berisi foto dan video kepada atasannya. Dalam pesan tersebut, ia mengaku telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, lengkap dengan dokumentasi proses pendaftaran dan informasi gaji dalam mata uang rubel.
Artikel Terkait
Gaji Sabrang Noe Letto di DPN: Besaran, Posisi Eselon 2A, dan Tugasnya
Sopir Angkot Sergai Viral Pamer Alat Kelamin: Kronologi Lengkap & Hasil Penyidikan Polisi
Rismon Sianipar Minta Eggi Sudjana Minggir dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Penyebabnya
Eggi Sudjana Klarifikasi Pertemuan dengan Jokowi: Bukan Minta Maaf, Ini Alasan Hukum Restorative Justice