Prabowo Ambil Langkah Serius: Utang Kereta Cepat Whoosh Jadi Prioritas Pembahasan

- Rabu, 29 Oktober 2025 | 22:45 WIB
Prabowo Ambil Langkah Serius: Utang Kereta Cepat Whoosh Jadi Prioritas Pembahasan

Prabowo Bakal Bahas Khusus Utang Kereta Cepat Whoosh, Menko Airlangga: Ada Pembahasan Khusus

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan membahas secara khusus masalah utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Pernyataan ini disampaikan usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

"Itu nanti dibahas khusus," tegas Airlangga kepada media. Ia kembali menegaskan bahwa masalah pembiayaan Whoosh akan menjadi agenda khusus dalam pembahasan dengan Presiden terpilih.

Investasi dan Pembiayaan Proyek Kereta Cepat Whoosh

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung membutuhkan investasi mencapai USD7,27 miliar atau setara Rp120,38 triliun. Sebanyak 75 persen pembiayaan proyek berasal dari pinjaman China Development Bank (CDB) dengan bunga 2 persen per tahun.

KPK Pastikan Tidak Ada Kendala dalam Penyidikan Kasus Whoosh

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada kendala signifikan dalam penyelidikan dugaan korupsi proyek kereta cepat Indonesia-China Whoosh. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan penyelidikan berjalan progresif dan positif sejak awal 2025.

"Sejauh ini tidak ada kendala. Penyelidikan masih terus berprogres. Kami minta diberikan ruang dan waktu agar proses penegakan hukum ini bisa berjalan firm," jelas Budi Prasetyo.

Status Penyidikan dan Peran Masyarakat

Perkara Whoosh masih dalam tahap penyelidikan sehingga detail kasus belum dapat diungkap ke publik. KPK juga belum dapat mengumumkan pihak-pihak yang telah dimintai keterangan.

KPK mengajak masyarakat yang memiliki informasi terkait dugaan korupsi proyek Whoosh untuk melaporkannya. Partisipasi publik dinilai penting untuk memperkaya bahan penyelidikan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar