Laba Samsung Melonjak 32% di Kuartal III 2025, Saham Cetak Rekor
Samsung Electronics mencatatkan pertumbuhan laba operasional yang signifikan sebesar 32 persen pada Kuartal III 2025. Kinerja keuangan Samsung ini didorong oleh permintaan kuat untuk chip memori yang digunakan dalam teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dorongan Industri AI pada Kinerja Samsung
Industri AI memberikan dampak positif besar bagi Samsung dan SK Hynix sebagai produsen chip memori terkemuka Korea Selatan. Produk chip memori mereka menjadi komponen penting dalam infrastruktur AI global.
Pemulihan dari Kuartal Sebelumnya
Laporan keuangan terbaru ini menandai perubahan drastis dari kuartal sebelumnya, dimana Samsung pernah mengalami penurunan laba lebih dari 50 persen pada Kuartal II 2025 akibat pembatasan ekspor chip AI Amerika Serikat ke China.
Rincian Kinerja Keuangan Samsung
Laba operasional Samsung meningkat menjadi 12,2 triliun won (setara Rp142,7 triliun). Divisi Device Solution (DS) mencatat kenaikan penjualan 19 persen dengan Bisnis Memori mencapai rekor penjualan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.
Kontribusi Divisi Device Experience
Divisi Device Experience (DX) juga menunjukkan performa positif dengan pendapatan meningkat 11 persen, didukung kesuksesan peluncuran ponsel lipat terbaru dan penjualan ponsel flagship yang solid.
Prospek Kuartal Mendatang
Samsung memperkirakan pertumbuhan pesat industri AI akan membuka peluang pasar baru bagi kedua divisi utamanya. Divisi DS akan fokus pada transisi ke proses produksi yang lebih canggih dan memperkuat lini produksi untuk memenuhi permintaan produk bernilai tinggi.
Dampak pada Pasar Saham
Laporan keuangan positif ini langsung berdampak pada harga saham Samsung yang melonjak lebih dari lima persen menjadi 105.800 won di awal perdagangan, memecahkan rekor sebelumnya.
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Revitalisasi 288 Ribu Sekolah Rampung pada 2028
Pelatih Persis Solo Sambut Gembira Pemanggilan Kiper Muhammad Riyandi ke Timnas untuk Piala AFF 2026
Wagub Rano Karno Desak Evaluasi Perlintasan Kereta Api di Jakarta Usai Kecelakaan Bekasi Timur
Tim Advokasi Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel, Tuding Penyidikan Kasus Penganiayaan Aktivis KontraS Mandek