OJK Perkuat Pengaturan dan Pengawasan Berbasis Data dan Teknologi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa transformasi digital di sektor keuangan tidak hanya tentang penerapan teknologi, tetapi juga kemampuan berinovasi untuk membuka akses yang lebih inklusif, meningkatkan efisiensi layanan, serta memperkuat kepercayaan publik.
Komitmen OJK dalam Ekosistem Keuangan Digital
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan komitmen OJK dalam menjaga ekosistem keuangan digital yang aman, adaptif, dan inklusif. Hal ini disampaikan dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 di Jakarta Convention Center.
"OJK berkomitmen menjaga ekosistem keuangan digital yang aman, adaptif, dan inklusif, tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan, tetapi juga untuk memastikan transformasi ini memberi manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," tegas Mahendra.
Penguatan Pengaturan dan Pengawasan Berbasis Teknologi
OJK terus memperkuat pengaturan dan pengawasan berbasis data dan teknologi melalui beberapa pendekatan strategis:
- Pemanfaatan supervisory technology (SupTech)
- Integrasi data lintas sektor
- Kolaborasi erat dengan otoritas fiskal, moneter, dan pelaku industri
Landasan Kepercayaan dalam Transformasi Digital
Mahendra menekankan pentingnya membangun transformasi digital di atas landasan kepercayaan terhadap sistem, tata kelola, dan perlindungan konsumen.
"Kami meyakini bahwa transformasi digital harus dibangun di atas landasan kepercayaan terhadap sistem, terhadap tata kelola, dan terhadap pelindungan konsumen. Oleh karena itu, inovasi dan mitigasi risiko harus berjalan beriringan," jelasnya.
Sinergi Nasional dalam Transformasi Digital
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menambahkan bahwa percepatan transformasi ekonomi dan keuangan digital memerlukan kolaborasi erat antar-kementerian, lembaga, dan pelaku industri.
"FEKDI dan IFSE 2025 menjadi wujud nyata sinergi nasional dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital. Kolaborasi pemerintah, Bank Indonesia, dan OJK menjadi kunci untuk mendorong digitalisasi yang inklusif, efisien, dan sejalan dengan Asta Cita menuju Indonesia Maju," pungkas Perry.
Artikel Terkait
Skotlandia Raih Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026 Usai Tekuk Haiti 1-0
Wamenko Pangan Dorong Peningkatan Konsumsi Susu Nasional untuk Wujudkan Generasi Emas 2045
Defisit Kuartal I-2026 Melebar, Danantara: Itu Strategi Majukan Belanja Negara, Bukan Tanda Kehilangan Kendali
Monas Jadi Primadona Warga Jakarta Berolahraga saat CFD Ditiadakan