Analisis: Mengapa Budi Arie Setiadi Ditolak Masuk Gerindra dan PSI?
Mantan Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, dikabarkan mengalami penolakan saat berusaha bergabung dengan Partai Gerindra dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut analisis politik, hal ini terjadi karena ketiadaan privilege politik yang dimilikinya.
Penyebab Penolakan Budi Arie di Partai Politik
Pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim, menjelaskan bahwa Budi Arie tidak bisa dengan mudah berpindah haluan politik ke Gerindra maupun PSI. Penolakan dari kedua partai tersebut menunjukkan adanya sentimen negatif terhadap sosoknya di kancah politik.
Wildan menegaskan bahwa seorang aktor politik dengan nilai tinggi dan posisi tawar yang kuat akan mudah diterima di partai mana pun. Sayangnya, Budi Arie tidak memiliki privilege tersebut, sehingga mengalami kesulitan untuk diterima.
Rekomendasi Strategi untuk Budi Arie Setiadi
Sebagai Ketua Umum Projo, Budi Arie dinilai perlu melakukan perubahan yang lebih mendasar. Wildan menyarankan agar tidak hanya mengganti logo Projo, tetapi juga mengubah nama organisasi dari Pro Jokowi menjadi Pro Kaesang atau Prokas.
Menurutnya, nama besar Jokowi sudah tidak relevan lagi untuk organisasi relawan, mengingat Jokowi tidak lagi ikut dalam kontestasi politik. Langkah strategis yang dapat diambil adalah mendukung Kaesang Pangarep, yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PSI.
Dengan demikian, perubahan orientasi politik dan dukungan yang jelas terhadap figur yang masih aktif dalam percaturan politik dapat meningkatkan nilai tawar Budi Arie di masa depan.
Artikel Terkait
PGR Mulai Jadikan Anies “Komoditi Politik” untuk Pilpres 2029
Habib Rizieq Kritik Mahfud MD Soal Ormas Amar Maruf: Yang Bubarkan FPI Kini Sesalkan Tak Ada yang Jalankan Fungsi Itu
Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Prabowo Anjlok 30 Poin dalam Sembilan Bulan
Denny Indrayana dalam Surat Terbuka ke Prabowo: Setuju Gibran Dipecat, Posisi Duduk di Sidang Kabinet Dinilai Langgar Protokoler