Rocky Gerung lebih lanjut menyatakan bahwa Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, layak mendapat teguran atas kegagalan dalam mitigasi bencana. Ia menegaskan bahwa bencana ini adalah buah dari keserakahan manusia yang menggunduli hutan.
"Bencana itu adalah ukurannya bukan sekadar soal jumlah korban atau jumlah material yang harus disediakan, bukan. Tapi kecepatan untuk memahami bahwa bencana itu adalah bencana manusia. Bencana itu adalah kesepakatan kita untuk menangani secara kemanusiaan," pungkas Rocky Gerung.
Analisis ini menggarisbawahi pentingnya tata kelola hutan yang berkelanjutan dan peran aktif negara dalam mitigasi bencana alam untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Advokat Ahmad Khozinudin Tolak Perdamaian Kasus Ijazah, Beberkan Dugaan SOP Adu Domba dari Solo
Fahri Hamzah Sindir Anies: Gagasan Global South Bukan Baru, Itu Omongan Prabowo!
Pembubaran DPR Jepang oleh PM Sanae Takaichi: Warganet RI Ramai-ramai Serukan Hal Serupa untuk DPR RI
Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra Netizen