Pencopotan Musa Rajekshah dari Golkar Sumut Dikritik, Dinilai Abaikan Bantuan Korban Banjir

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 12:50 WIB
Pencopotan Musa Rajekshah dari Golkar Sumut Dikritik, Dinilai Abaikan Bantuan Korban Banjir
Pencopotan Ketua Golkar Sumut Musa Rajekshah Dikritik, Dinilai Tidak Pada Waktu yang Tepat

Kader Golkar Kecewa, Musa Rajekshah Dicopot Saat Fokus Bantu Korban Banjir

PARADAPOS.COM - Pencopotan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara, Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck, menuai kekecewaan dari sejumlah kader. Pencopotan ini dinilai terjadi di waktu yang tidak tepat, yaitu saat Ijeck sedang memimpin upaya bantuan untuk warga terdampak bencana banjir di Sumut dan Aceh.

Sekretaris DPD Partai Golkar Tapanuli Tengah (Tapteng), Aprina Situmorang, menyampaikan kekecewaannya. Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir, para kader justru diarahkan oleh Ijeck untuk melakukan kerja-kerja kemanusiaan menanggulangi banjir yang melanda sejumlah wilayah.

"Kami diarahkan ketua untuk membantu warga terdampak banjir, baik di wilayah Sumatera Utara maupun Aceh Tamiang. Mulai dari membantu evakuasi hingga penyaluran bantuan, seperti saat banjir di Kota Medan akhir November lalu," ujar Aprina dalam keterangannya, Sabtu, 20 Desember 2025.

Aprina menjelaskan, bencana banjir tersebut telah menyebabkan ribuan warga terdampak, rumah terendam, dan aktivitas masyarakat lumpuh. Dalam kondisi krisis seperti ini, Ijeck dinilai memilih memprioritaskan aksi kemanusiaan dibandingkan urusan politik internal partai.

"Dalam situasi seperti ini malah DPP Partai Golkar sibuk mencopot Ijeck. Padahal saat ini beliau sedang berbuat untuk masyarakat. Ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral sebagai pemimpin daerah," tegas Aprina.

Aprina juga menegaskan bahwa dedikasi dan rekam jejak Musa Rajekshah dalam melayani masyarakat Sumatera Utara tidak perlu diragukan. Selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumut, Ijeck dikenal aktif turun langsung ke lokasi bencana.

"Ini bukan hal baru. Setiap ada bencana, Bang Ijeck selalu hadir. Baik itu banjir, longsor, maupun musibah lainnya. Beliau tidak hanya memantau dari jauh, tapi benar-benar turun langsung ke lokasi," tandasnya.

Pencopotan Ketua DPD Golkar Sumut ini terjadi di tengah situasi darurat bencana, yang menurut kader, menunjukkan ketidaktepatan waktu dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan yang sedang dijalankan.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar