PARADAPOS.COM - Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri bidang ekonomi dan pimpinan lembaga keuangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (5/5). Pertemuan ini difokuskan pada pembahasan kondisi ekonomi nasional terkini, meskipun belum ada pernyataan resmi mengenai agenda spesifik yang dibahas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi kehadirannya atas undangan langsung Presiden, sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui detail sektor yang akan didiskusikan.
Pembahasan Ekonomi Nasional Menjadi Fokus Utama
Suasana di kompleks Istana Kepresidenan tampak sibuk sejak sore hari. Airlangga Hartarto, yang tiba lebih awal, hanya memberikan pernyataan singkat kepada awak media. “Nanti ada beberapa yang dibahas,” katanya sambil berjalan memasuki area istana. Ia tidak merinci lebih lanjut poin-poin yang menjadi agenda rapat, namun isyarat tersebut cukup untuk menegaskan bahwa pertemuan kali ini menyangkut arah kebijakan ekonomi ke depan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga terlihat hadir. Ketika ditanya mengenai kemungkinan pembahasan nilai tukar rupiah yang belakangan fluktuatif, ia dengan tegas mengalihkan perhatian. Menurutnya, urusan nilai tukar merupakan ranah bank sentral. “Belum tahu, paling diskusi masalah ekonomi,” ujarnya singkat. Ia menekankan bahwa kedatangannya kali ini adalah untuk membahas isu-isu ekonomi secara umum, bukan topik spesifik di luar kewenangan Kementerian Keuangan.
Deretan Menteri dan Pimpinan Lembaga Hadir
Rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo ini dihadiri oleh jajaran menteri dari berbagai sektor strategis. Beberapa nama yang terlihat antara lain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Riset Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Tak ketinggalan, Menteri Investasi merangkap CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono juga tampak memenuhi undangan.
Selain para menteri, Presiden juga mengundang sejumlah pimpinan lembaga keuangan dan pengawas. Dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hadir Ketua Dewan Komisioner Friderica Widyasari Dewi beserta Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Hasan Fauzi. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) diwakili oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner Farid Azhar Nasution dan Ketua Dewan Komisioner Anggito Abimanyu. Kehadiran Komisaris Utama MIND ID Fuad Bawazier, mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, dan Gubernur BI Perry Warjiyo melengkapi daftar peserta rapat yang cukup panjang.
Pertemuan yang berlangsung tertutup ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah mengkaji langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.
Editor: Paradapos.com
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Dokter Richard Lee hingga 3 Juni 2026
Ratusan Pelajar Jawa Barat Serbu Istana, Teriak Rakyatmu Mencintaimu ke Prabowo
Iran Peringatkan AS untuk Tidak Eskalasi Militer di Selat Hormuz
Tembok SDN Tebet Barat 08 Roboh Diterjang Hujan, Sekolah Terapkan PJJ Demi Keamanan