PARADAPOS.COM - Politisi PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menilai kegiatan tahlilan yang digelar di depan rumah Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah, telah menyimpang dari makna sakralnya. Menurutnya, acara keagamaan yang viral di media sosial pada pertengahan Februari 2026 itu mengandung unsur politisasi untuk kepentingan tertentu, bukan sebagai bentuk ibadah yang tulus.
Kritik atas Politisasi Tradisi Sakral
Guntur Romli menyoroti viralnya video berdurasi sekitar satu menit yang menunjukkan sekelompok orang melaksanakan tahlilan di halaman rumah mantan presiden tersebut. Ia menegaskan bahwa tradisi keagamaan seperti tahlilan, yang sejatinya merupakan komposisi doa dan zikir untuk mengagungkan Tuhan, seharusnya dijauhkan dari agenda politik praktis.
Dalam konfirmasinya pada Selasa, 17 Februari 2026, politisi senior PDIP itu menyampaikan keprihatinannya.
"Video Tahlilan di depan rumah Jokowi yang viral di media sosial, menunjukkan adanya politisasi Tahlilan yang merupakan tradisi keagamaan yang sakral di nusantara," ungkapnya.
Motivasi di Balik Kegiatan Dipertanyakan
Lebih lanjut, Guntur menduga ada motif lain di balik penyelenggaraan acara tersebut. Ia menyindir bahwa kegiatan itu tampak tidak ikhlas dan lebih berbau pemujaan terhadap sosok tertentu, serta didorong oleh janji-janji politik. Pandangan ini ia sampaikan untuk mengingatkan publik agar membedakan antara praktik keagamaan yang murni dengan yang dimanfaatkan untuk pencitraan.
"Selain dariNya tidak ada yg wajib disembah, dipuja-puji. Namun Tahlilan di rumah Jokowi dipolitisasi demi kepentingan politik dan pemujaan pada sosok Jokowi," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemahaman yang baik tentang tradisi ini seharusnya mencegah seseorang mencampuradukkannya dengan kepentingan duniawi.
"Bagi yang tulus dan ikhlas serta paham tradisi Tahlilan tidak akan melakukan politisasi Tahlilan kecuali mereka yang digerakkan dengan motif bayaran atau janji-janji politik tertentu," lanjutnya.
Asal-Usul dan Viralnya Video
Video yang memicu perbincangan ini pertama kali diunggah di platform media sosial X pada Jumat, 13 Februari 2026, oleh seorang kader PKB, Umar Hasibuan. Dalam rekaman tersebut, terlihat sejumlah warga duduk bersila dan melantunkan doa. Narasi dalam video menyebutkan bahwa mereka adalah warga Brebes yang sedang berkunjung ke kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Solo.
Kejadian ini kembali menyulut diskusi panjang mengenai batas antara ekspresi keagamaan dan instrumentalisasi politik di ruang publik, sebuah dinamika yang kerap muncul dalam gelanggang politik Indonesia.
Artikel Terkait
Peneliti SMRC Peringatkan Prabowo Hentikan Praktik Weaponization of Law
Budayawan Sobary: Dukungan ke Jokowi Berbalik 200 Persen Gara-gara Polemik Ijazah
Koalisi Mulai Berpaling, Analis Nilai Daya Pikat Politik Jokowi Memudar
Pengamat: Prabowo Santai Hadapi Manuver Politik Jokowi karena Paham Polanya