Peneliti Kritik KPK: Tangani Kasus Bupati Pekalongan, Tapi Abaikan Dugaan Keluarga Presiden?

- Kamis, 05 Maret 2026 | 08:00 WIB
Peneliti Kritik KPK: Tangani Kasus Bupati Pekalongan, Tapi Abaikan Dugaan Keluarga Presiden?

PARADAPOS.COM - Peneliti media dan politik Buni Yani mengkritik penanganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Kritik tersebut muncul menyusul pengungkapan fakta bahwa anak dan suami Fadia Arafiq juga diduga menerima aliran dana haram senilai belasan miliar rupiah. Buni Yani membandingkan penanganan kasus ini dengan kasus-kasus lain yang melibatkan keluarga Presiden Joko Widodo, yang menurutnya dibiarkan bebas.

Kritik Terhadap Kinerja KPK

Dalam pernyataannya yang diunggah melalui akun Facebook pribadi pada Kamis, 5 Maret 2026, Buni Yani menyampaikan kritik pedas terhadap lembaga antirasuah tersebut. Ia menilai KPK dinilai hanya mengejar kasus-kasus yang dianggap kecil, sementara mengabaikan dugaan pelanggaran yang melibatkan pihak-pihak yang lebih berpengaruh.

"KPK hanya menangkap bupati yang korupsinya ecek-ecek, sementara keluarga Jokowi dibiarkan bebas. KPK termul," tulisnya.

Respon Warganet di Media Sosial

Unggahan Buni Yani itu pun memantik beragam tanggapan dari warganet di platform media sosial. Komentar-komentar yang muncul mencerminkan spektrum pendapat publik, mulai dari yang sinis terhadap motif kerja KPK hingga yang pesimis terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Seorang warganet bernama Jumadi Has berkomentar, "Biar kelihatan kerja karena rakyat sudah tidak percaya."

Sementara itu, Qi Blugh menulis dengan nada berbeda, "Sak karepmu Sik komen Mbah ra ngurus wkwkwk."

Yuyun Wahyudi menyampaikan pandangan yang lebih suram tentang kondisi hukum, "Hukum sdh milik yg berkuasa dan berduit."

Kasus ini menyoroti kembali kompleksitas pemberantasan korupsi di Indonesia, di mana setiap pengungkapan kasus kerap dibaca publik melalui lensa politik dan kesetaraan di depan hukum. Pernyataan-pernyataan yang muncul, baik dari pengamat maupun publik, mengindikasikan tingginya tensi dan ekspektasi masyarakat terhadap lembaga penegak hukum untuk bertindak secara adil dan tanpa pandang bulu.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar