PARADAPOS.COM - Pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma, yang dikenal sebagai Dokter Tifa, membantah kabar bahwa dirinya mengundurkan diri dari perdebatan publik mengenai ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia menegaskan akan kembali aktif bersuara setelah bulan Ramadan usai, salah satunya dengan meluncurkan buku karyanya berjudul "Otak Politik Jokowi". Pernyataan ini disampaikannya melalui akun media sosial X pada Jumat, 27 Maret 2026.
Bantahan dan Komitmen Lanjutan
Isu mundurnya Dokter Tifa dari perbincangan seputar latar belakang pendidikan Jokowi tampaknya telah memicu berbagai spekulasi. Namun, dengan tegas ia menyatakan bahwa dirinya tidak akan berhenti. Momen Ramadan, menurutnya, digunakan sebagai jeda sebelum kembali fokus pada aktivitasnya di ruang digital. Komitmen ini sekaligus menjadi penegasan bahwa perbincangan yang ia usung belum berakhir.
Meluncurkan Buku "Otak Politik Jokowi"
Sebagai bentuk konkret dari komitmennya, Dokter Tifa bersiap merilis buku berjudul "Otak Politik Jokowi". Dalam unggahannya, ia juga menyebut karya ini sebagai "Jokowi's White Paper Jilid II". Buku ini digambarkan sebagai hasil penelitian mandirinya di bidang neuro politika, yang menganalisis perilaku Jokowi terkait persoalan ijazah dan kebijakan politiknya.
“Otak Politik Jokowi. Atau dalam bahasa netizen ini adalah Jokowi's White Paper - JWP Jilid II. Kali ini sepenuhnya karya dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc,” tulisnya di platform X.
Kelanjutan Penelitian dan Dukungan Rocky Gerung
Buku tersebut disebut sebagai kelanjutan dari penelitiannya sebelumnya. Dokter Tifa mengaitkan analisis neuro politika dengan berbagai kebijakan yang menurutnya menuai kontroversi di mata publik. Untuk menegaskan bobot analisis dalam bukunya, ia menyebut adanya dukungan dari seorang akademisi ternama.
“Saking serius dan pentingnya buku ini maka Maestro Filsafat Politik, Rocky Gerung, merasa perlu memberikan Kata Pengantar untuk buku ini,” ungkap Dokter Tifa.
Klaim sebagai Dokumen Bersejarah
Lebih jauh, Dokter Tifa menempatkan buku ini bukan sekadar sebagai karya kritik politik semata. Ia meyakini bahwa tulisan-tulisannya akan memiliki nilai historis yang penting bagi catatan bangsa di masa depan. Keyakinan ini yang mendasari tekadnya untuk terus menyuarakan pendapat.
Dokter Tifa menambahkan, “Otak Politik Jokowi” bersama dengan "Jokowi's White Paper" adalah buku sejarah yang kelak akan sangat berharga bagi catatan bangsa ini.
Dengan nada penuh keyakinan, ia menutup pernyataannya dengan sebuah pertanyaan retoris yang menegaskan posisinya, “Jadi kata siapa dr Tifa quit dari perjuangan menegakkan kebenaran?”
Artikel Terkait
Partai Demokrat Tegaskan Anies Tamu Tak Diundang di Halalbihalal SBY
Pengamat Minta Prabowo Verifikasi Data Stok Energi di Tengah Ketidakpastian Global
Pertemuan Anies dan AHY di Cikeas Dinilai Buka Opsi Duet untuk Pilpres 2029
Kuasa Hukum Roy Suryo Sebut Serangan Rismon Sebagai Robot yang Diremot dari Solo