Ia menyatakan bahwa istilah yang kurang populer atau tidak terlalu familiar dapat digunakan, tetapi harus dijelaskan dengan jelas untuk menjaga efektivitas debat.
"Supaya debatnya efektif, langsung to the point tentang substansi yang dipertanyakan," ujar Hasyim.
Hasyim juga mengingatkan agar penggunaan singkatan oleh satu kandidat tidak membuat bingung kandidat lainnya. Dalam konteks ini, kandidat diharapkan untuk menjelaskan pertanyaan dan tanggapan secara tegas selama berlangsungnya debat.
"Penggunaan singkatan yang dimunculkan satu kandidat membuat bingung kandidat lainnya. Jadi tidak lagi menambah pertanyaan yang itu singkatan dari apa, atau apa itu maksudnya," tambahnya.
Polemik terkait penggunaan singkatan muncul setelah cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pertanyaan mengenai State of the Global Islamic Economy (SGIE) dalam debat cawapres sebelumnya.
Pertanyaan tersebut membuat rivalnya, cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengakui bahwa ia tidak tahu kepanjangan dari singkatan tersebut.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: viralnews.id
Artikel Terkait
Fahri Hamzah Sindir Anies: Gagasan Global South Bukan Baru, Itu Omongan Prabowo!
Pembubaran DPR Jepang oleh PM Sanae Takaichi: Warganet RI Ramai-ramai Serukan Hal Serupa untuk DPR RI
Respons Gibran Soal Harga BBM Rp25 Ribu di Papua Viral, Tuai Pro Kontra Netizen
Rustam Effendi Beberkan Nasihat Rizal Ramli: Hati-hati, Eggi Sudjana Bisa Balik Badan