Kenapa kita perlu menolak RUU TNI? Mari saya jabarkan....
Oleh: Dimas Budi Prasetyo
Saya beri tahu, jika RUU TNI ini berhasil goal, percayalah negara kita bakal makin kacau.
Kita bakal balik lagi ke “setelan” orde baru, yang mana membuat usaha kita, usaha banyak orang untuk menjadikan Indonesia negara demokrasi itu kayak sia-sia.
Kenapa kita perlu menolak RUU TNI? Mari saya jabarkan. Di negara demokrasi, dwifungsi ABRI atau TNI itu berbahaya.
Kenapa? Prinsip dasar militer dan demokrasi itu bertolak belakang, jauh berbeda.
Militer itu wajib nurut maunya atasan, apapun yang terjadi. Represif. Sedangkan demokrasi, itu nurut maunya rakyat.
Demokratis, freedom, punya kebebasan berpendapat. Itulah kenapa, konsep ini nggak bisa jalan bareng.
Kayak gini contohnya, ada orang sipil mimpin perang atau personel aktif TNI jadi menteri, misalnya. Itu nggak bisa, karena beda karakter, beda dunia, beda cara.
Ini bukan berarti militer buruk. Militer itu baik, selama peruntukannya tepat. Misalnya waktu perang, dipimpin orang dengan background sipil, nggak tegas.
Kemudian pakai prinsip demokrasi dan nggak nurut atasan, ya keburu di dor musuh sampeyan.
Kemudian ada lagi, misal lagi baris berbaris. Komandan nyuruh posisi siap, kemudian barisan nyeletuk, “Lebih enak istirahat di tempat gasi?”
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Minta Pencabutan Cekal Usai Temui Jokowi: Alasan & Perkembangan Kasus Terbaru
Buni Yani: Taktik Pecah Belah Jokowi dengan Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis Dinilai Gagal
Kuasa Hukum Roy Suryo Sindir Eggi-Damai Temui Jokowi: Ada Pejuang, Ada Pecundang
Roy Suryo Sindir Eggi Sudjana & Damai Hari Lubis Usai Sowan ke Jokowi: Pecundang!