PARADAPOS.COM -Pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi yang lebih memilih Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ketimbang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dinilai analis komunikasi politik Hendri Satrio sebagai kiasan.
Menurut sosok yang akrab disapa Hensat itu, Jokowi tidak perlu menjadi Ketua Umum PPP lantaran sudah memiliki orang kepercayaannya di dalam partai tersebut.
“Pak Jokowi enggak pengen jadi ketua di PPP itu sebenarnya hanya perumpamaan. Karena orangnya beliau kan sudah ada di sana,” ujar Hensat lewat kanal YouTube pribadinya, Rabu 11 Juni 2025.
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu merujuk pada petinggi PPP, Romahurmuziy (Gus Romi), yang dikenal dekat dengan Jokowi.
Hensat lantas menyinggung video Romi saat satu mobil dengan Jokowi. Dalam video tersebut Jokowi tampak sedang membagi-bagikan kaus. Sementara Romi duduk di bangku depan sambil tersenyum.
"Jadi Romi itu teman dekatnya Jokowi. Buat apa lagi kalau orangnya sudah jadi di situ, buat apa lagi jadi ketum?" tanya Hensat.
Dia menilai, secara kekuatan politik, kalau Jokowi mau mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PPP, peluangnya sangat besar. Namun pilihan untuk tidak bergabung lebih jauh ke PPP dinilai karena faktor identitas politik.
“Kalau Jokowi maju jadi Ketum PPP, hampir pasti 99 persen dia akan terpilih. Tapi kan PPP partai umat, partainya para kiai. Mungkin Jokowi merasa DNA politiknya bukan di sana,” tandasnya
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD