Kritik terhadap Rusaknya Institusi TNI dan Polri
Lebih lanjut, Guru Besar ilmu politik ini menyoroti kondisi institusi Polri dan TNI. Ia menyatakan bahwa kerusakan di kedua institusi penting tersebut terjadi pada era kepemimpinan Jokowi.
Prof Ikrar menekankan bahwa anggota Polri, sebagaimana TNI, seharusnya tidak boleh terlibat dalam dunia politik.
Sorotan Kontroversi Calon Wakil Presiden
Kritiknya berlanjut ke ranah pencalonan Wakil Presiden. Ia menyoroti sebuah fenomena kontroversial dimana seorang calon wakil presiden yang dinilai tidak memenuhi persyaratan tetap dapat maju dan akhirnya menduduki posisi wapres.
"Satu hal bahwa polisi itu seperti juga TNI ya, tidak boleh berpolitik. Sekarang coba Anda bayangin, anak enggak lulus SMP jadi wakil presiden," ucapnya mengakhiri pernyataannya.
Sumber artikel asli: Konteks.co.id
Artikel Terkait
Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra, Jawab Isu Independensi BI
Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan Capres 2029, Demokrat Soroti Syarat Verifikasi Partai
Kesepakatan Jokowi dengan Damai-Eggi Soal Kasus Ijazah: Fakta SP3 & Kronologi Lengkap
Analisis Partai Baru Indonesia: Catch-all Party Pragmatis Tanpa Ideologi Jelas?