Program Kerakyatan Prabowo: Upaya Melenyapkan Kuasa Oligarki
Presiden Prabowo Subianto secara konsisten berupaya menghapuskan dominasi oligarki melalui berbagai program yang berfokus pada kepentingan rakyat. Langkah strategis ini mendapat apresiasi dari kalangan ekonom, termasuk Fithra Faisal Hastiadi dari Universitas Indonesia.
Doktrin Masa Lalu yang Ingin Dihapuskan
Fithra Faisal Hastiadi menjelaskan bahwa dalam diskusi "Prestasi Ekonomi Setahun Pemerintahan Prabowo-Gibran" di Jakarta Selatan, Rabu (15/10/2025), disebutkan adanya doktrin masa lalu di berbagai negara dimana penguasa dianggap berhak menindas yang lemah. "Ini yang ingin dilenyapkan oleh Presiden dengan program-programnya yang fokus kepada rakyat," tegas ekonom senior tersebut.
Referensi Buku "Why Nations Failed"
Fithra mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sering mengutip buku "Why Nations Failed" karya Acemoglu, pemenang Nobel Ekonomi. Buku tersebut menyatakan bahwa negara akan gagal jika sistem ekonominya dikuasai oligarki dan hanya berputar di kalangan elite tanpa mengalir ke bawah. "Pada saat-saat seperti itulah, ekonomi menjadi milik yang kuasa, dan negara menjadi gagal," sambungnya.
Prestasi Ekonomi yang Membanggakan
Dalam pemerintahan yang hampir berjalan satu tahun, tercatat beberapa pencapaian ekonomi yang signifikan:
- Angka kemiskinan mencapai 8,47% - terendah sepanjang sejarah
- Pengangguran turun menjadi 4,76% - juga terendah sepanjang sejarah
- Gini ratio 0,375 - terendah dalam 16 tahun terakhir
- Kemiskinan desa turun dari 11,34% menjadi 11,03%
Investasi sebagai Penggerak Ekonomi
Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran tidak lepas dari keberhasilan mendatangkan investasi. Pada semester pertama tahun 2025, realisasi investasi mencapai Rp945 triliun, naik 13,6% dari tahun sebelumnya. "Prestasi ini menunjukkan bahwa kebijakan pro-rakyat berjalan seiring dengan iklim investasi yang sehat," pungkas Fithra.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Pengamat Soroti Logo Babi di Acara Maulid sebagai Intrik Politik
Kebijakan BBM-LPG Nonsubsidi Bahlil Dikritik Berpotensi Gerus Kepercayaan ke Pemerintahan Prabowo
Beredar Klaim Insiden di Istana, Pangkopassus Dituding Tampar Ajudan Prabowo
Jokowi Tanggapi Klaim JK dengan Sikap Saya Orang Kampung