Stabilitas Politik-Ekonomi Era Prabowo-Gibran Dinilai Lebih Kondusif Dibanding Awal Pemerintahan Jokowi
Kondisi stabilitas politik dan ekonomi pada era pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai lebih kondusif jika dibandingkan dengan masa awal pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Menurut Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, kondusifitas politik merupakan syarat mutlak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini mencakup penyerapan tenaga kerja dan peningkatan realisasi investasi di Indonesia.
“Nah yang terakhir, apa yang kemudian bisa membuat soal ekonomi kita bisa tumbuh, bisa sustain dan kemudian investasi bisa datang ke Indonesia, salah satu kuncinya adalah dalam politik. Bagi saya soal stabilitas politik,” jelas Adi dalam Forum Diskusi Capaian Satu Tahun Kinerja Kabinet Merah Putih di Bidang Perekonomian di Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025.
Harmonisasi Kekuatan Politik dalam Pemerintahan
Adi menilai, dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, hubungan antar-elit dan antar partai politik berjalan relatif harmonis. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa hampir seluruh kekuatan politik besar saat ini berada dalam lingkaran kekuasaan.
“Per hari ini dalam 1 tahun pemerintahan Prabowo dan Gibran saya kira kerja sama antar-elit, antar-partai, hampir semuanya sudah menjadi bagian dari kekuasaan politik pemerintah. Kita menyaksikan secara terbuka begitu banyak kebijakan pemerintah, dalam hal ini kabinet, nyaris tidak pernah ada resistensi, tidak pernah ada protes apapun,” paparnya lebih lanjut.
Perbandingan dengan Dinamika Politik Era Jokowi
Situasi politik yang stabil ini dinilai sangat kontras dengan periode awal pemerintahan Presiden Jokowi. Pada masa itu, dinamika politik cukup tinggi karena mayoritas kursi di parlemen justru dikuasai oleh kelompok oposisi.
“Agak berbeda dengan Pak Jokowi, agak pusing di tahun-tahun pertama karena mayoritas parlemen itu dikuasai oleh kelompok oposisi,” ungkap Adi.
Apresiasi terhadap Kinerja Ekonomi dan Diplomasi Dagang
Di tengah berbagai tekanan ekonomi global, Adi juga memberikan apresiasi terhadap capaian kinerja ekonomi Indonesia. Ia secara khusus menyoroti peran aktif Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam melakukan diplomasi dagang di tengah memanasnya perang tarif internasional.
“Kalau bicara tentang satu tahun kinerja di bidang ekonomi, saya termasuk yang apresiasi karena kondisinya tidak baik-baik saja. Ada efisiensi di negara kita, ada perang dagang, ada perang tarif, dan Menko Airlangga sepertinya bolak-balik, dari yang semula 32 persen tiba-tiba kemudian menjadi 19 persen. Itu butuh lobi dan butuh meyakinkan pihak-pihak lainnya,” pungkas Adi.
Sumber: https://rmol.id/amp/2025/10/20/683807/kondisi-politik-rezim-prabowo-lebih-kondusif-dibanding-jokowi-
Artikel Terkait
Video Viral Pickup India untuk Koperasi Merah Putih Muncul di Sukabumi, Pemerintah Belum Beri Penjelasan
KPK Tangkap Bupati dan Wakil Bupati Rejang Lebong dalam OTT
Presiden Prabowo Kritik Kinerja Sebagian Pejabat di Tengah Tantangan Global
Peneliti Buni Yani Kritik Gibran dan Jokowi, Sebut Penegakan Hukum Hilang