Pengamat: Duet Bahlil-Gibran di Pilpres 2029 Hanya Ilusi, Bahlil Dinilai Tak Punya Basis Kuat di Jawa

- Jumat, 12 Juni 2026 | 06:50 WIB
Pengamat: Duet Bahlil-Gibran di Pilpres 2029 Hanya Ilusi, Bahlil Dinilai Tak Punya Basis Kuat di Jawa

PARADAPOS.COM - Wacana yang menempatkan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada Pilpres 2029 kembali mencuat. Bahlil bahkan diprediksi akan berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, prediksi ini langsung mendapat respons skeptis dari sejumlah pengamat politik. Direktur Eksekutif Ethical Politics, Hasyibulloh Mulyawan, pertama kali mengemukakan wacana duet tersebut pada Rabu, 10 Juni 2026. Tak berselang lama, analisis berbeda justru datang dari Founder Nusa Ina Connection (NIC), Abdullah Kelrey, yang menilai skenario itu sulit terwujud.

Analisis Basis Massa dan Peta Politik

Menurut Kelrey, wacana yang mengemuka di publik itu hanyalah bayangan ilusi belaka. Ia menekankan bahwa kekuatan elektoral Bahlil tidak cukup kokoh untuk bersaing di panggung nasional, terutama jika harus berhadapan dengan realitas peta politik di Pulau Jawa.

“Kalau Bahlil capres, Mas Gibran cawapres, atau sebaliknya, itu hanya bayangan ilusi saja. Alasannya Bahlil tidak punya basis real untuk hitungannya di Pilpres,” kata Kelrey kepada RMOL di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Ia melanjutkan, dalam kontestasi pemilihan presiden, pemilih terbesar masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Kelrey berpendapat bahwa dukungan untuk Bahlil di wilayah ini sangat lemah, sehingga sulit untuk menggenjot perolehan suara secara signifikan, bahkan jika ia berpasangan dengan Gibran sekalipun.

Rekomendasi Alternatif untuk Gibran

Alih-alih berduet dengan Bahlil, Kelrey menyarankan agar Gibran Rakabuming Raka, jika memang berniat maju dalam Pilpres mendatang, mencari pasangan yang berasal dari Pulau Sumatera. Menurutnya, langkah itu akan lebih strategis dan realistis secara elektoral.

“Ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan Mas Gibran. Kalau ada isu hari ini (Gibran) bersama Bahlil, saya pikir dikubur saja lah, karena itu hanya mimpi,” pungkasnya.

Pernyataan tegas dari pengamat politik ini menambah daftar panjang spekulasi mengenai peta koalisi dan kandidasi di Pilpres 2029. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kedua tokoh yang disebut-sebut dalam wacana tersebut.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar