Luhut Binsar Pandjaitan Diminta Sadar Diri, Jangan Atur Pemerintahan Prabowo
Luhut Binsar Pandjaitan mendapat peringatan untuk sadar diri dan tidak mencoba mengatur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Permintaan ini disampaikan karena Prabowo dinilai tidak akan mudah disetir seperti era pemerintahan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menegaskan bahwa pemerintahan Jokowi telah berakhir. Ia meminta Luhut untuk tidak mengalami post power syndrome.
Peringatan ini muncul menyusul manuver Luhut yang menunjukkan gejala ingin mengatur pemerintahan Prabowo. Beberapa gejala yang terlihat antara lain pernyataan Luhut yang meminta Prabowo untuk tidak diatur organisasi buruh mengenai kebijakan upah.
Selain itu, Luhut juga secara terbuka meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyuntikkan dana sebesar Rp50 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA). Meski menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut diingatkan bahwa Prabowo adalah seorang Kepala Negara yang memegang tanggung jawab penuh terhadap arah kebijakan negara.
Igor menegaskan bahwa Prabowo memiliki agenda dan preferensi sendiri, sehingga tidak seharusnya dipengaruhi apalagi diatur oleh pihak lain.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak Kelas 1 SD, Sebut Ada 7 Bahasa Prioritas
Jokowi Sebut Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet Sudah Sesuai Aturan dan Minta Publik Tak Berspekulasi
Pemerintah Diminta Tak Abaikan Akar Kerusuhan Agustus 2025: Pengamat Sebut Stabilitas Bukan Hanya Soal Bayang-Bayang Jokowi
Wartawan Parlemen Kecam Benny Harman soal Ucapan Otak Kamu Ada Gak, Minta Maaf atau Dilaporkan ke MKD