Luhut Binsar Pandjaitan Diminta Sadar Diri, Jangan Atur Pemerintahan Prabowo
Luhut Binsar Pandjaitan mendapat peringatan untuk sadar diri dan tidak mencoba mengatur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Permintaan ini disampaikan karena Prabowo dinilai tidak akan mudah disetir seperti era pemerintahan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menegaskan bahwa pemerintahan Jokowi telah berakhir. Ia meminta Luhut untuk tidak mengalami post power syndrome.
Peringatan ini muncul menyusul manuver Luhut yang menunjukkan gejala ingin mengatur pemerintahan Prabowo. Beberapa gejala yang terlihat antara lain pernyataan Luhut yang meminta Prabowo untuk tidak diatur organisasi buruh mengenai kebijakan upah.
Selain itu, Luhut juga secara terbuka meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyuntikkan dana sebesar Rp50 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA). Meski menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut diingatkan bahwa Prabowo adalah seorang Kepala Negara yang memegang tanggung jawab penuh terhadap arah kebijakan negara.
Igor menegaskan bahwa Prabowo memiliki agenda dan preferensi sendiri, sehingga tidak seharusnya dipengaruhi apalagi diatur oleh pihak lain.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Denny Indrayana Desak Gibran Mundur demi Cegah Krisis Politik Berkepanjangan
Jokowi Dinilai Sangat Perhitungkan Survei soal Peluang Gibran dan Kaesang di Pilpres 2029
Kabinet Bayangan Diduga Didanai Asing, Rumah Pancasila Minta PPATK Usut Aliran Dana
Damai Hari Lubis Sorot Potensi Perubahan Sikap dr Tifa di Kasus Ijazah Jokowi