Luhut Binsar Pandjaitan Diminta Sadar Diri, Jangan Atur Pemerintahan Prabowo
Luhut Binsar Pandjaitan mendapat peringatan untuk sadar diri dan tidak mencoba mengatur pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Permintaan ini disampaikan karena Prabowo dinilai tidak akan mudah disetir seperti era pemerintahan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara, menegaskan bahwa pemerintahan Jokowi telah berakhir. Ia meminta Luhut untuk tidak mengalami post power syndrome.
Peringatan ini muncul menyusul manuver Luhut yang menunjukkan gejala ingin mengatur pemerintahan Prabowo. Beberapa gejala yang terlihat antara lain pernyataan Luhut yang meminta Prabowo untuk tidak diatur organisasi buruh mengenai kebijakan upah.
Selain itu, Luhut juga secara terbuka meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyuntikkan dana sebesar Rp50 triliun ke Indonesia Investment Authority (INA). Meski menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut diingatkan bahwa Prabowo adalah seorang Kepala Negara yang memegang tanggung jawab penuh terhadap arah kebijakan negara.
Igor menegaskan bahwa Prabowo memiliki agenda dan preferensi sendiri, sehingga tidak seharusnya dipengaruhi apalagi diatur oleh pihak lain.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Kepala Bakom Muhammad Qodari Serukan Gaya Komunikasi Pemerintah Lebih Agresif
Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet Kelima Kali, Pengamat: ‘I Tu Si’, Hanya Satu Wajah Baru
Gubernur Sumsel Buka Suara soal Pagu Rp3 Miliar Pakaian Dinas: Bukan Angka Final
Harta Kekayaan Hasan Nasbi Capai Rp40,43 Miliar, Didominasi Properti dan Kas