Ekonom Tantang Menkeu Purbaya Turunkan Pajak, dari PPN hingga Cukai
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mendapat tantangan berani dari kalangan ekonom untuk menurunkan berbagai jenis pajak. Langkah ini dinilai dapat menyenangkan pelaku usaha, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendorong perekonomian.
Tantangan ini disampaikan oleh ekonom Profesor Ferry Latuhihin dalam acara podcast Indonesia Economist Club di kanal YouTube Awalil Rizky yang bertajuk "Beranikah Purbaya?".
Usulan Penurunan Tarif Pajak
Ferry menyatakan akan memberikan pujian jika Purbaya berani menurunkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). "Saya bilang, saya akan puji kalau Purbaya itu mau menurunkan PPN, dia bilang kan akan diturunkan 8 persen, kalau bisa 5 persen bos," ujar Ferry.
Selain PPN, Ferry juga mengusulkan penurunan tarif pajak perusahaan. Ia mengaku akan memuji Menteri Purbaya jika corporate tax atau pajak badan diturunkan menjadi 11 persen.
Pendorong Penghapusan Cukai dan Alasan Negara Kecil
Lebih jauh, Ferry bahkan mendorong penghapusan cukai. Alasannya, kebijakan perpajakan yang selama ini berjalan dinilainya sebagai bentuk misallocation of resources atau alokasi sumber daya yang salah.
Ferry menjelaskan filosofi di balik desakannya untuk menurunkan penerimaan negara. Menurutnya, semakin besar pendapatan negara, maka potensi moral hazard dan korupsi juga semakin besar.
"Oleh karena itu, kita membutuhkan negara yang kecil. Artinya state yang budgetnya itu kecil. Karena tadi, banyak moral hazard. Makanya saya fighting untuk kalau bisa pajak-pajak diturunkan, supaya pemerintah memang dengan cekatan budgetnya bisa beroperasi," jelas Ferry.
Peringatan 'Zombie State' dan Dukungan untuk Purbaya
Ferry memberikan peringatan keras dengan meramalkan bahwa jika ekonomi Indonesia stagnan, negara berpotensi menjadi zombie state. Kondisi ini bisa dipicu oleh kerusuhan sosial dan ketidakstabilan politik.
Di akhir pernyataannya, Ferry menyatakan dukungannya kepada Purbaya. "Oleh karena itu, saya bilang Purbaya, I support you. Jangan ngomongin masalah segala macam, you are cowboy atau tidak cowboy, buat saya tidak penting. Berani tidak mengecilkan pendapatan negara, bukan memperbesar. Karena memperbesar semakin memperbesar misallocation," pungkasnya.
Sumber: https://rmol.id/amp/2025/10/26/684490/ekonom-tantang-purbaya-turunkan-ppn-hingga-cukai-
Artikel Terkait
Kaesang Maju di Dapil Jateng V: Langkah Pembuktian Basis Jokowi dan Tantangan Langsung ke Puan Maharani
Survei SMRC dan Indikator: Elektabilitas Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo di Simulasi Pilpres 2029
Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Mendadak, Ketegangan dengan Menkeu soal Likuiditas dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Sorotan
Rudy Bantah Klaim Jokowi soal 54 Kali Temui PKL: Hanya Dua Kali Hadir