CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Proyeksi Kinerja Kuartal IV-2025: Analisis Lengkap dan Dampak Akuisisi Hilong 106

- Selasa, 04 November 2025 | 10:15 WIB
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Proyeksi Kinerja Kuartal IV-2025: Analisis Lengkap dan Dampak Akuisisi Hilong 106
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Proyeksi Perbaikan Kinerja Kuartal IV-2025 - Analisis Lengkap

CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Proyeksi Perbaikan Kinerja Kuartal IV-2025

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) tengah memperkuat fondasi bisnisnya di sektor energi dan layanan lepas pantai. Pasca periode konsolidasi dan penyelesaian akuisisi aset strategis Hilong 106, emiten ini kini memasuki fase transformasi menuju ekspansi yang lebih agresif di kuartal IV-2025 dan tahun 2026.

Laporan Keuangan CBRE Kuartal III-2025

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa (4/11/2025), terjadi penurunan pendapatan Perseroan sebesar 32 persen menjadi Rp28,54 miliar dari posisi sebelumnya Rp41,97 miliar pada kuartal III-2024. Di sisi lain, beban pokok pendapatan justru naik menjadi Rp34,62 miliar dari Rp33,90 miliar. Akibatnya, CBRE mencatatkan rugi bruto sebesar Rp6,08 miliar, berbalik dari laba bruto Rp8,07 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pernyataan Manajemen CBRE

CEO CBRE, Suminto Husin, mengakui bahwa laporan keuangan kuartal ketiga memang belum memuaskan. Menurutnya, laporan tersebut belum mencerminkan potensi sebenarnya dari CBRE pasca akuisisi aset baru pada Oktober lalu.

"Laporan Q-3 kurang memuaskan karena masih mencerminkan kondisi sebelum kapal Hilong 106 aktif. Namun di kuartal IV akan ada langkah dan perubahan signifikan pada total aset dan potensi kontrak baru yang dinilai akan memperbaiki laporan keuangan di Q4 dan seterusnya," ujar Suminto dalam keterangan resminya.

Performa Saham CBRE

Saham CBRE pada perdagangan Selasa (4/11/2025) terkoreksi 8,73 persen ke level Rp1.150 per saham. Meski demikian, secara tahunan performa saham CBRE masih mencatat kenaikan spektakuler sebesar 6.000 persen secara year to date (YTD). Sebelumnya, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham CBRE sempat turun tajam 7,54 persen ke level Rp1.165 per unit dengan nilai transaksi mencapai Rp98,97 miliar.

Dampak Akuisisi Hilong 106 terhadap CBRE

Dengan masuknya Hilong 106 sebagai aset produktif, CBRE berpotensi mencatat kenaikan total aset dan pendapatan melalui peluang kontrak offshore bernilai besar. Total aset CBRE meningkat signifikan, melonjak dari Rp328 miliar menjadi sekitar Rp1,94 triliun, yang akan tercermin dalam laporan keuangan kuartal IV-2025.

Namun, ekspansi agresif ini dibarengi dengan peningkatan kewajiban, terutama dari sisi pembiayaan, yang dapat mendorong Debt to Equity Ratio (DER) berada pada level lebih tinggi.

Proyeksi Keuangan CBRE 2025-2026

Dengan selesainya akuisisi Hilong 106 dan potensi kontrak kerja sama baru yang sedang dalam tahap pembahasan, manajemen CBRE optimistis performa keuangan akan berbalik arah pada kuartal IV-2025 dan berlanjut positif pada tahun 2026.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar