Rekomendasi Saham Consumer Goods 2025: Daftar Terbaik untuk Cuan Akhir Tahun

- Rabu, 05 November 2025 | 00:40 WIB
Rekomendasi Saham Consumer Goods 2025: Daftar Terbaik untuk Cuan Akhir Tahun

Analis Rekomendasikan Deretan Saham Consumer Goods Terbaik 2025

Kinerja sektor consumer goods atau barang konsumsi menunjukkan tren positif di pasar saham Indonesia. Dalam sebulan terakhir, beberapa saham bahkan mencatatkan kenaikan fantastis hingga lebih dari 140%, menarik perhatian para investor yang mencari peluang cuan di akhir tahun 2025.

Top Gainers Saham Consumer Goods

PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menjadi pemuncak dengan kenaikan 146,06%, jauh melampaui emiten besar seperti Unilever Indonesia (UNVR) yang naik 46,59% dan Gudang Garam (GGRM) 32,96%.

Berikut daftar saham consumer goods dengan kinerja terbaik:

  • Ultrajaya Milk Industry (ULTJ): 22,35%
  • Cisarua Mountain Dairy (CMRY): 21,96%
  • Malindo Feedmill (MAIN): 18,75%
  • Wismilak Inti Makmur (WIIM): 16,85%
  • Akasha Wira International (ADES): 16,82%
  • Japfa Comfeed Indonesia (JPFA): 15,71%
  • HM Sampoerna (HMSP): 10,98%

Rekomendasi Saham Consumer Goods dari Analis

William Hartanto dari WH Project merekomendasikan lima saham pilihan: UNVR, GGRM, HMSP, WIIM, dan COCO. "Secara teknikal, sektor consumer goods dalam tren menguat dan cukup menarik," ujarnya.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menambahkan terjadi pergeseran minat investor ke sektor konsumsi dan ritel. "Pada sisa kuartal IV-2025 ini ada shifting ke sektor consumers dan retailers," jelas Michael.

Dukungan Stimulus Pemerintah

Program bantuan sosial tunai pemerintah senilai Rp31,9 triliun untuk 35,4 juta penerima diperkirakan akan mengerek daya beli masyarakat. Indo Premier Sekuritas menilai bantuan tunai lebih efektif dibanding non-tunai dalam mendorong konsumsi.

Momentum ini diperkuat dengan persiapan Lebaran 2026 yang jatuh lebih awal, sehingga penjualan barang konsumsi diperkirakan menguat pada akhir tahun.

Prospek dan Risiko Investasi Saham Consumer Goods

Dari sisi valuasi, sektor konsumsi berada di level menarik dengan P/E forward 13,2x, di bawah rata-rata lima tahun. Tekanan biaya bahan baku juga mereda dengan penurunan harga kopi, kakao, gula, dan minyak mentah.

Namun, analis mengingatkan pentingnya kehati-hatian. CGS International menyoroti risiko PHK lanjutan dan realisasi belanja pemerintah yang lambat. Indo Premier dan CGSI sama-sama mempertahankan rekomendasi neutral untuk sektor ini.

Untuk investor yang tetap ingin mengeksposur portofolio ke saham consumer goods, pilihan utama analis meliputi: UNVR, KLBF, MYOR, ICBP, AMRT, CMRY, dan MAPI.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar