Misalnya, untuk menjadi seorang Marshaller, tidak diperlukan biaya sebesar menjadi pilot atau pramugari.
Calon Marshaller hanya perlu mengikuti pendidikan di lembaga pelatihan yang bekerja sama dengan Departemen Perhubungan.
Sekolah marshaller di Indonesia biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 7 hari hingga 1 bulan.
Biaya pendidikan untuk profesi ini berkisar antara Rp8 juta hingga Rp9,5 juta, tergantung pada durasi dan sekolah yang dipilih.
Baca Juga: Menggali Keindahan Langit: Apa Itu Astronomi dan Fenomena Luar Angkasa Menakjubkan
Namun, masuk ke sekolah penerbangan bukan perkara mudah.
Calon siswa perlu memenuhi beberapa syarat umum, seperti usia minimal 17 tahun 6 bulan, pendidikan minimal SMA/SMK/Sederajat, D3, S1, dan sehat jasmani serta rohani.
Tidak lupa, calon siswa harus bebas dari narkotika, tidak buta warna, dan tidak memiliki riwayat penyakit hepatitis.
Selain syarat umum, beberapa profesi memiliki syarat khusus.
Contohnya, pramugari atau pramugara harus memenuhi tinggi badan minimal 160 cm (untuk wanita) atau 170 cm (untuk pria).
Sementara staff penerbangan memiliki batasan tinggi badan sesuai dengan jenis kelamin masing-masing.
Adalah penting untuk memahami persyaratan khusus ini, karena beberapa sekolah penerbangan mungkin memiliki standar yang berbeda.
Sebelum mendaftar, calon siswa sebaiknya mempersiapkan diri dengan baik.
Apabila Anda masih berada di kelas 12, persiapkan dokumen dan memenuhi persyaratan sejak dini.
Jangan lupa, kontak sekolah penerbangan yang diinginkan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Ingin mengejar karir di dunia kedirgantaraan? Simak informasi di sekolah kedirgantaraan dan mulailah petualanganmu menuju langit biru! Dengan investasi biaya dan upaya yang tepat, karir di bidang aviasi bisa menjadi kenyataan.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: depok.hallo.id
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat