“Kami khawatir ekonomi kita didominasi oleh pekerja di sektor informal, karena sektor ini lebih rentan dan agak sulit masuk dalam catatan penyerapan perpajakan,” ujar dia.
Hal itu, menurut dia, yang membuat rasio pajak (tax ratio) Indonesia sulit meningkat. Oleh sebab itu, penting bagi negara untuk mendorong pekerja informal masuk sektor formal, sehingga ada kontribusi besar terhadap penerimaan dari sisi perpajakan.
“Ini harus diperhatikan paslon agar transformasi ekonomi kita bisa bergerak sampai nanti jadi negara maju pada 2045,” tutur dia.
Diketahui, debat kelima KPU yang menampilkan tiga capres, yaitu Anies Baswedan (capres nomor urut 1), Prabowo Subianto (capres nomor urut 2), dan Ganjar Pranowo (capres nomor urut 3) mengangkat isu-isu antara lain kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sinarharapan.co
Artikel Terkait
Kredit Perumahan Mandek, Menteri Keuangan Khawatirkan Daya Beli Masyarakat
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak ke Indonesia, dan Prediksi ke Depan
Analisis IHSG Hari Ini: Proyeksi 8.150-8.350 Dipicu Data Ekonomi Q3 2025 & Rebalancing MSCI
Semangat Cokroaminoto & Program Koperasi Desa Merah Putih: Strategi Menkop Ferry Bangun Ekonomi Umat