Nikkei Jepang Tembus 51.000, Cetak Rekor Baru Didorong Saham Semikonduktor

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 03:20 WIB
Nikkei Jepang Tembus 51.000, Cetak Rekor Baru Didorong Saham Semikonduktor

Bursa Asia Bergerak Beragam, Nikkei Jepang Cetak Rekor Baru

Pasar saham Asia menunjukkan kinerja beragam pada Kamis (30/10/2025), dengan indeks Nikkei Jepang mencatatkan rekor tertinggi sejarah di tengah penguatan sektor semikonduktor. Sementara itu, investor global memusatkan perhatian pada keputusan kebijakan Bank of Japan yang akan segera diumumkan.

Pergerakan Indeks Saham Asia

Indeks Nikkei Jepang berhasil menyentuh level psikologis 51.000 dengan mencetak rekor tertinggi baru di 51.513,66 sebelum akhirnya menutup sesi dengan kenaikan tipis 0,03%. Penguatan ini terutama didorong oleh performa gemilang saham-saham teknologi semikonduktor, dimana Lasertec melonjak 21% dan Advantest naik 2,4%. Indeks Topix yang lebih luas juga menguat 0,57%.

Di kawasan Asia lainnya, Hang Seng Hong Kong menguat 0,70%, KOSPI Korea Selatan tumbuh 1,05%, dan Shanghai Composite naik 0,06%. Sementara itu, ASX 200 Australia terkoreksi 0,26% dan STI Singapura melemah 0,31%.

Dampak Rally Wall Street dan AI Boom

Kinerja positif bursa Asia mendapat dukungan dari penguatan Wall Street, dimana indeks Nasdaq berhasil mencatat rekor baru. Saham Nvidia menjadi perusahaan pertama di dunia yang mencapai kapitalisasi pasar USD 5 triliun, memperkuat optimisme seputar perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Menurut analis Nomura Securities Chisa Matsuda, "Saham terkait pusat data AI dan chip kembali mengangkat Nikkei hari ini. Penembusan level psikologis 51.000 cukup signifikan dan bisa menjadi faktor penahan bagi pasar ke depan."

Prospek Kebijakan Bank Sentral Global

Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan kebijakan moneternya dalam pertemuan hari ini, dengan fokus investor tertuju pada sinyal potensi kenaikan suku bunga pada Desember atau Januari mendatang. Sementara itu, Federal Reserve telah memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat poin persentase sesuai ekspektasi pasar.

Ketua Fed Jerome Powell menekankan kehati-hatian bank sentral dalam menanggapi keterbatasan data ekonomi akibat penutupan sebagian pemerintahan AS. Peluang Fed menahan suku bunga pada pertemuan 10 Desember naik menjadi 67,8%, mencerminkan perubahan ekspektasi pasar yang signifikan.

Pasar global juga memantau perkembangan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan, serta kebijakan tarif impor menyeluruh yang diterapkan pemerintahan Trump.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar