Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa Bantah Keterlibatan Riza Chalid dalam Kasus Korupsi Pertamina
Muhammad Kerry Adrianto Riza, yang tercatat sebagai Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa, secara tegas membantah keterlibatan ayahnya, Riza Chalid, dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina. Kerry menegaskan bahwa kerja sama yang dijalin perusahaannya dengan Pertamina murni merupakan usahanya sendiri.
Kerja Sama Hanya Sewa-Menyewa Terminal
Dalam pernyataannya di Jakarta, Kerry menjelaskan bahwa inti dari kegiatan usahanya adalah sewa-menyewa terminal BBM dengan Pertamina. Ia menekankan bahwa bisnis ini adalah inisiatif dan jerih payahnya pribadi, tanpa campur tangan dari sang ayah.
Lebih lanjut, Kerry mengklaim bahwa kerja sama ini justru memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi Pertamina. Menurut pengakuannya, nilai efisiensi yang didapat oleh Pertamina dari penggunaan terminal miliknya mencapai ratusan miliar rupiah setiap bulannya.
Klaim Efisiensi untuk Pertamina
"Usaha ini memberikan manfaat yang besar pada Pertamina, sebagaimana saksi dari Pertamina di persidangan yang menyatakan bahwa dengan menggunakan terminal saya, Pertamina mendapatkan efisiensi sampai Rp145 miliar per bulan," ujar Kerry. Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, terminal miliknya masih aktif digunakan oleh Pertamina.
Latar Belakang Dakwaan Korupsi
Pernyataan pembelaan ini disampaikan menyusul dakwaan yang dijatuhkan kepada Muhammad Kerry Adrianto Riza. Ia didakwa telah merugikan keuangan negara senilai Rp285 triliun dalam kasus korupsi yang melibatkan tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina.
Dakwaan tersebut dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat bersama dengan empat terdakwa lainnya. Kelima pihak yang terlibat didakwa telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan tujuan memperkaya diri sendiri atau korporasi, yang pada akhirnya menyebabkan kerugian pada keuangan dan perekonomian negara.
Artikel Terkait
Aktivis Firman Tendry Dilaporkan ke Bareskrim Usai Tuding Presiden Prabowo Dalang Penyiraman KontraS
Aktivis Laporkan Juru Bicara KPK ke Dewas atas Tuduhan Pencemaran Nama Baik
KPK Akan Umumkan Barang Bukti dari Faizal Assegaf Meski Dilaporkan ke Polisi
KPK Kembangkan Penyidikan Kasus Suap Proyek Bekasi Usai Pengakuan Fee Rp16 Miliar di Persidangan