Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York: Sebuah Kemenangan Bersejarah yang Tuai Pro-Kontra

- Rabu, 05 November 2025 | 16:50 WIB
Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York: Sebuah Kemenangan Bersejarah yang Tuai Pro-Kontra

Zohran Mamdani Terpilih sebagai Wali Kota New York Pertama Muslim, Tuai Reaksi Pro-Kontra

Zohran Mamdani, kandidat Demokrat berusia 34 tahun, resmi terpilih sebagai Wali Kota New York. Kemenangan bersejarah ini menjadikannya sebagai Muslim pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat tersebut.

Reaksi Israel dan Komunitas Internasional

Kemenangan Mamdani memicu gelombang reaksi dari Israel. Banyak warga Israel menyebut momen ini sebagai "kejatuhan New York" di media sosial. Sejumlah komentator menyatakan kekhawatiran atas masa depan kota tersebut di bawah kepemimpinan Mamdani yang dikenal sebagai pendukung Palestina.

Namun, organisasi "Suara Yahudi" justru menyambut baik kemenangan ini dengan mengeluarkan pernyataan dukungan resmi.

Profil dan Latar Belakang Zohran Mamdani

Mamdani adalah seorang sosialis demokratis keturunan India-Uganda yang pindah ke New York pada usia tujuh tahun. Sebelum terjun ke politik, ia bekerja sebagai konselor perumahan di Queens dengan fokus membantu pemilik rumah berpenghasilan rendah.

Ia terpilih pertama kali pada 2020 untuk kursi Majelis negara bagian di Queens dan dikenal sebagai kritikus vokal terhadap serangan Israel di Gaza.

Kebijakan dan Janji Kampanye

Mamdani mengusulkan berbagai kebijakan progresif termasuk:

  • Pembekuan biaya sewa bagi penyewa tetap
  • Layanan bus kota bebas tarif
  • Program penitipan anak umum untuk anak di bawah enam tahun
  • Toko kelontong milik kota dengan harga grosir
  • Kenaikan upah minimum menjadi $30 per jam pada 2030

Kampanye Digital dan Tantangan

Kemenangan Mamdani didukung oleh kampanye media sosial yang agresif. Ia berhasil mengumpulkan dana kampanye melalui donor kecil dan menolak dukungan dari miliarder.

Setidaknya 26 miliarder diketahui menghabiskan lebih dari $22 juta untuk mencegah kemenangannya. Presiden Donald Trump juga secara terbuka mengkritik dan mengancam akan menahan dana federal jika Mamdani terpilih.

Respons terhadap Islamofobia

Mamdani secara terbuka menanggapi kampanye islamofobia selama pemilihan. Dalam pidatonya di Bronx, ia menyoroti dampak negatif islamofobia terhadap hampir satu juta Muslim di New York.

Konfrontasi dengan Donald Trump

Dalam pidato kemenangannya, Mamdani secara langsung menantang Donald Trump dengan mengatakan "Naikkan volumenya". Ia menyebut Trump sebagai contoh tuan tanah yang mengambil untung dari penyewa.

Trump merespons melalui media sosial dengan postingan "...DAN DIMULAILAH!" dan terus mengkritik Mamdani sebagai "kandidat komunis".

Pemilihan ini mencatat partisipasi pemilih tertinggi dalam 20 tahun terakhir dengan lebih dari 2 juta suara, melampaui angka sejak 1989.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar