1. Sifat Gravitasi Tidak Bisa "Dimatikan"
Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang dihasilkan oleh massa suatu benda. Bumi memiliki massa yang sangat besar, sehingga medan gravitasinya konstan. Tidak ada mekanisme ilmiah yang dapat menghentikan gravitasi secara tiba-tiba hanya untuk 7 detik.
2. Misinformasi tentang Gelombang Gravitasi
Pelaku hoaks menyebut penyebabnya adalah "perpotongan dua gelombang gravitasi dari lubang hitam". Ini adalah informasi yang keliru. Gelombang gravitasi adalah riak dalam ruang-waktu yang merambat dengan kecepatan cahaya dan tidak dapat membatalkan gravitasi Bumi. Selain itu, NASA bukanlah lembaga utama yang mempelajari gelombang gravitasi, melainkan kolaborasi LIGO-Virgo-KAGRA.
3. Bumi Harus Kehilangan Massanya
Satu-satunya cara Bumi kehilangan gravitasinya adalah jika massanya hilang atau musnah. Itu berarti inti, mantel, dan kerak Bumi harus lenyap. Jika hal itu terjadi, planet Bumi sendiri sudah tidak ada, bukan hanya gravitasinya yang hilang.
Kesimpulan: Hoaks yang Mudah Dibantah
Klaim Bumi kehilangan gravitasi pada 12 Agustus 2026 adalah berita bohong (hoaks) yang tidak memiliki dasar ilmiah sedikit pun. Gravitasi adalah gaya fundamental yang tidak dapat dihidup-matikan seperti saklar. Masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan memverifikasi informasi mengejutkan dengan merujuk pada sumber sains yang terpercaya.
Artikel Terkait
Dewan Perang Eropa: Klaim Viktor Orban & Ancaman Perang Dunia III yang Dibantah Uni Eropa
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Strategi, Anggaran Rp1.950 Triliun, dan Target 2035
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol: 21 Tewas dalam Tabrakan di Adamuz, Kronologi & Penyebab
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Data Terbaru & Dampak Perang Gaza