Dalam emailnya, Al-Ahmadi menekankan nilai sakral kain tersebut kepada Epstein. Ia menyatakan potongan kain itu telah disentuh oleh lebih dari 10 juta umat Islam dari berbagai mazhab selama ritual thawaf, dimana jamaah berdoa dan berharap di sisi Ka'bah.
Namun, dokumen tidak menjelaskan bagaimana hubungan keduanya terbentuk atau alasan pasti di balik pengiriman ini.
Hubungan Berlanjut Pasca Badai Irma
Korespondensi juga menunjukkan hubungan berlanjut setelah Badai Irma menghantam pulau pribadi Epstein pada September 2017. Al-Ahmadi berulang kali menghubungi sekretaris Epstein untuk memastikan keamanannya dan bahkan menawarkan pengiriman tenda baru untuk menggantikan yang rusak.
Misteri Alat Uji DNA dan Kunjungan ke New York
Pesan lain mengungkap bahwa asisten Epstein, Lesley Groff, pernah mengirimkan alat uji DNA kepada Al-Ahmadi tanpa penjelasan tujuan. Al-Ahmadi juga pernah meminta izin untuk singgah di rumah Epstein di New York City, meski tidak jelas apakah kunjungan itu terjadi.
Keterkaitan dengan Dunia Intelijen
Secara terpisah, memo FBI yang dirilis menyebut Epstein diduga bekerja sama dengan badan intelijen AS dan Israel. Dokumen itu juga menyatakan kedekatannya dengan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak dan pelatihan sebagai mata-mata.
Pengungkapan dokumen ini menambah dimensi baru yang kompleks dan kontroversial pada kasus Jeffrey Epstein, menghubungkan dunia kejahatan seksual, elit global, dan artefak keagamaan paling suci dalam Islam.
Artikel Terkait
Kritik DPR: Iuran Indonesia Rp16,7 Triliun di Dewan Perdamaian Gaza Dikhawatirkan Dukung Militer Israel
Khamenei Peringatkan AS: Serangan ke Iran Picu Perang Regional, Trump Beri Respons
Iran Ancam Balas Serangan AS dengan Serang Jantung Israel: Analisis Risiko Perang
Bill Gates Disebut Tertular STD dari Gadis Rusia: Fakta & Sanggahan Dokumen Epstein