PARADAPOS.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama secara terbuka mengakui keberadaan makhluk luar angkasa atau alien dalam sebuah wawancara baru-baru ini. Namun, ia dengan tegas membantah narasi populer bahwa pemerintah AS menyembunyikan mereka di fasilitas rahasia Area 51. Pernyataan ini disampaikan Obama dalam sesi tanya jawab ringan dengan jurnalis Brian Tyler Cohen, yang dirilis pada pertengahan Februari 2026, di tengah desakan Kongres untuk transparansi lebih besar soal fenomena udara tak dikenal (UAP).
Dialog Santai di Tengah Pertanyaan Serius
Dalam segmen "lightning round" wawancara tersebut, Cohen langsung melontarkan pertanyaan mendasar: "Apakah alien itu nyata?" Obama merespons dengan jawaban singkat namun jelas.
"Mereka nyata," ucapnya tegas. Ia kemudian melanjutkan, "Tapi saya belum pernah melihat mereka, dan mereka tidak disimpan di—apa itu namanya—"
Cohen menyela dengan menyebutkan, "Area 51?"
"Area 51," jawab Obama sambil mengonfirmasi. "Tidak ada fasilitas bawah tanah di sana, kecuali memang ada konspirasi besar-besaran yang menyembunyikannya dari presiden Amerika Serikat."
Obama bahkan menambahkan candaan bahwa pertanyaan pertama yang ingin ia ajukan saat menjabat adalah menanyakan lokasi alien. Percakapan itu pun diakhiri dengan gelak tawa, memberikan nuansa ringan pada topik yang sering kali penuh ketegangan.
Konteks: Tekanan Kongres dan Kesaksian Langsung
Pernyataan mantan presiden ini tidak muncul dalam ruang hampa. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pada September 2025, suasana di Washington sudah memanas seputar isu UAP. Seorang veteran Angkatan Udara AS, Dylan Borland, memberikan kesaksian di hadapan satuan tugas DPR. Ia mendetailkan pengalaman tahun 2012 di Pangkalan Udara Langley, saat melihat pesawat berbentuk segitiga yang tak bersuara, dengan material yang tampak cair, dan mampu mengganggu perangkat komunikasinya. Borland mengklaim insiden itu berujung pada pemecatan dan pembalasan terhadap dirinya.
Tekanan terhadap badan intelijen dan militer terus mengalir dari para anggota kongres. Anggota DPR Anna Paulina Luna, misalnya, secara terbuka mengecam kurangnya transparansi.
"Rakyat Amerika bukan anak kecil yang perlu dilindungi dari kenyataan," tegasnya.
Sementara itu, rekannya, Eric Burlison, mempertanyakan penanganan insiden militer spesifik. Ia menunjukkan rekaman drone MQ-9 Reaper yang menyerang objek bola tak dikenal di lepas pantai Yaman pada 2024—objek yang tetap terbang meski terkena tembakan—dan meminta penjelasan mengapa informasi semacam itu kerap diblokir dari publik.
Pernyataan Resmi Pemerintah dan Dampak Publik
Di tengah berbagai klaim dan kesaksian ini, posisi resmi pemerintah AS, melalui Kantor Resolusi Anomali Segala Domain (AARO), tetap konsisten. Lembaga tersebut menyatakan belum menemukan bukti yang dapat diverifikasi tentang keberadaan atau kunjungan makhluk luar angkasa ke Bumi.
Dengan demikian, pernyataan Barack Obama berhasil menambah dimensi baru pada diskusi publik yang sudah berlangsung panas. Di satu sisi, ia mengakui kemungkinan keberadaan alien, sebuah pengakuan langka dari pejabat setingkat itu. Di sisi lain, penegasannya bahwa tidak ada penyembunyian di Area 51 selama masa jabatannya berusaha meredam teori konspirasi yang paling ekstrem. Pernyataannya, yang berada di antara pengakuan dan penolakan, mencerminkan kompleksitas dan sensitivitas topik UAP dalam percakapan nasional Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Influencer Kuliner Meninggal Usai Konsumsi Kepiting Beracun di Palawan
Mike Tyson Jadi Duta Kampanye Makanan Sehat Pemerintah AS, Tayang Perdana di Super Bowl 2026
Dokumen Epstein Ungkap Klaim Palsu Soal Kematian Biden, Ahli Kategorikan Disinformasi
Lavrov Sebut Kasus Epstein Cermin Kemerosotan Moral Elite Barat