Sara Duterte Deklarasi Maju Pilpres 2028, Retaknya Koalisi dengan Marcos Jadi Sorotan

- Kamis, 19 Februari 2026 | 04:25 WIB
Sara Duterte Deklarasi Maju Pilpres 2028, Retaknya Koalisi dengan Marcos Jadi Sorotan
Analisis: Sara Duterte Umumkan Pencalonan Presiden 2028, Eskalasi Konflik dengan Marcos

PARADAPOS.COM - Wakil Presiden Filipina Sara Duterte secara resmi mendeklarasikan niatnya untuk maju dalam pemilihan presiden 2028. Pengumuman yang disampaikan melalui pidato televisi pada Rabu (18/2/2026) ini menandai titik balik dramatis dalam peta politik Filipina, sekaligus mengonfirmasi keretakan total antara dirinya dengan Presiden Ferdinand "Bongbong" Marcos Jr., yang pernah menjadi sekutu politiknya.

Deklarasi Tegas di Tengah Ketegangan Politik

Dalam siaran yang disaksikan jutaan warga, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte itu menyampaikan tekadnya dengan kata-kata yang lugas dan penuh keyakinan. Pernyataannya bukan hanya sekadar sinyal politik, melainkan sebuah tantangan terbuka terhadap pemerintahan yang sedang berkuasa.

"Saya adalah Sara Duterte. Saya akan maju sebagai presiden Filipina," tegasnya di hadapan kamera, meninggalkan sedikit ruang untuk interpretasi.

Retaknya Koalisi dan Tuduhan Keras

Dibalik deklarasi itu tersimpan narasi penyesalan dan konflik. Sara dengan terbuka menyebut aliansi elektoralnya dengan Marcos pada Pilpres 2022 sebagai sebuah "kesalahan", sebuah pengakuan yang jarang terdengar dari politisi tingkat tinggi. Ia tak segan melontarkan tuduhan korupsi dan salah urus terhadap administrasi saat ini, sambil memohon maaf kepada basis pendukungnya atas dukungan yang pernah ia berikan kepada Marcos.

Hubungan keduanya, yang dulu digambarkan sebagai pasangan penentu kemenangan, telah memburuk secara signifikan dalam setahun terakhir. Ketegangan memuncak dengan upaya impeachment terhadap Sara atas dugaan korupsi, meski akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung karena alasan prosedural. Namun, awan gelap belum sepenuhnya berlalu, karena sang wakil presiden masih menghadapi tuntutan pidana baru yang berpotensi menghalangi pencalonannya.

Lanskap Politik yang Kompleks dan Motif Keluarga

Analisis dari pengamat politik dalam negeri melihat langkah Sara ini sebagai strategi yang cermat. Deklarasi dini berfungsi untuk mengonsolidasikan basis politik keluarga Duterte di tengah berbagai tantangan, termasuk sidang International Criminal Court (ICC) yang menjerat ayahnya. Sementara itu, Presiden Marcos, yang secara konstitusional tidak dapat mencalonkan diri lagi, belum menunjukkan kartu penggantinya, menciptakan kevakuman kepemimpinan di kubu pemerintah.

Dengan menawarkan "hidup, kekuatan, dan masa depan" bagi bangsa, Sara berusaha membingkai dirinya sebagai sosok pembaru yang berani. Seruannya untuk pengabdian dan keberanian langsung memantik perdebatan panas di media sosial dan koridor-koridor kekuasaan di Manila.

Menyambut Kontestasi 2028

Reaksi dari oposisi pun tak lama muncul. Figur seperti Senator Risa Hontiveros telah menyatakan kesiapan partainya untuk bertarung pada pemilu 2028, mengisyaratkan bahwa pertarungan mendatang akan sangat kompetitif. Pemilu yang dijadwalkan pada Mei 2028 itu kini sudah mulai memanas, dengan deklarasi Sara Duterte sebagai tembakan pertama yang menggelegar. Langkah ini jelas dirancang untuk membangun momentum awal, menguasai narasi, dan menguji kekuatan politiknya di tengah belitan kasus hukum yang masih mengintai.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar