PARADAPOS.COM - Karina Ranau, janda mendiang aktor Epy Kusnandar, menggelar makan sahur pertama Ramadan di area pemakaman suaminya di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Aksi yang diabadikan dan dibagikan ke media sosial itu menuai beragam tanggapan dari publik, mulai dari yang memaknai sebagai bentuk cinta hingga yang mengkritisi kelayakannya secara norma.
Momen Sahur di Tempat Peristirahatan Terakhir
Di malam pertama bulan suci Ramadan, Karina Ranau memilih untuk menghabiskan waktu sahur di dekat pusara Epy Kusnandar. Ia tidak datang sendirian; dalam momen tersebut, Karina ditemani oleh karyawan serta anak-anak Epy dari ibu yang berbeda. Mereka berkumpul, mendoakan almarhum, lalu menyantap hidangan sahur bersama di lokasi tersebut.
Dalam video yang diunggahnya, terlihat suasana sederhana namun penuh makna. Sebuah foto Epy Kusnandar berbingkai hitam-putih diletakkan tidak jauh dari tempat mereka duduk, seolah menyertai setiap suap dan doa yang dipanjatkan.
Dalam video itu, Karina terdengar menyapa almarhum suaminya. "Assalamualaikum, pih. Sahur pih. Bahagianya malam ini bisa sahur bareng papih," ungkapnya.
Respons Publik dan Pernyataan Karina
Tak disangka, konten yang dimaksudkan sebagai ungkapan personal itu justru viral dan memicu perdebatan di kolom komentar. Sebagian warganet menyoroti aspek syariat dan menilai tindakan tersebut berlebihan.
"Teh, yang kayak gini gak dibenarkan, ya. Harusnya pak ustaz yang jelaskan. Lebih baik adakan pengajian ketimbang konten begini," tulis salah satu pengguna.
Komentar lain bernada sarkastis juga muncul. "Mbak, nanti pas ngabuburit dan buka puasa jangan lupa di kuburan juga ya. Segitunya amat," ujar netizen lainnya.
Menyadari kontroversi yang timbul, Karina Ranau langsung memberikan klarifikasi di kolom komentar unggahannya sendiri. Ia tampak ingin mencegah tindakannya ditiru secara luas. "Jangan ditiru, ya. Gak baik," tegasnya.
Konsistensi dalam Kenangan
Epy Kusnandar, aktor yang dikenal luas lewat perannya di "Preman Pensiun", meninggal dunia pada 3 Desember 2025 akibat serangan stroke di batang otak. Sejak dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Karina Ranau diketahui kerap mengunjungi makam suaminya. Kunjungannya bukan hanya sekadar ziarah biasa, tetapi juga menjadi sarana baginya untuk bercerita atau bahkan merayakan momen-momen penting yang pernah mereka lewati bersama, menunjukkan ikatan yang tetap dijaga meski telah terpisah oleh maut.
Artikel Terkait
Karina Ranau Sahur di Makam Suami, Tuai Pro-Kontra di Media Sosial
Ketua IDAI Bantah Pernyataan Menkes Soal Ketersediaan Ahli Jantung Anak di RSUP Fatmawati
Lukisan SBY Terjual Rp6,5 Miliar dalam Lelang Sengit, Dibeli Taipan Low Tuck Kwong
Lukisan SBY Laku Rp6,5 Miliar dalam Lelang Amal Partai Demokrat