Pemerintah Antisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz pada Pasokan Minyak Jelang Lebaran

- Senin, 02 Maret 2026 | 10:50 WIB
Pemerintah Antisipasi Dampak Penutupan Selat Hormuz pada Pasokan Minyak Jelang Lebaran

PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia mulai mengambil langkah antisipasi menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran, sebuah aksi yang berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (2/3/2026), untuk membahas strategi mitigasi dampaknya terhadap pasokan minyak nasional, terutama menjelang periode permintaan tinggi Lebaran.

Koordinasi Cepat di Istana

Pertemuan di Istana Merdeka tersebut digelar sebagai respons langsung atas perkembangan geopolitik yang dinamis. Bahlil menyampaikan, pertemuan itu membahas situasi terkini, termasuk langkah-langkah yang perlu diambil pemerintah untuk mengamankan pasokan energi dalam negeri di tengah ketidakpastian global.

“Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini jg antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” ungkapnya usai bertemu Presiden.

Rencana Langkah Strategis

Sebelum memberikan rekomendasi kebijakan yang matang kepada Presiden, Bahlil menjelaskan bahwa pemerintah akan terlebih dahulu mengonsolidasikan analisis dan pandangan melalui forum yang tepat. Pendekatan berhati-hati ini menunjukkan pertimbangan mendalam terhadap kompleksitas situasi.

“Nanti, saya besok insya allah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan,” jelas Menteri Bahlil.

Ia menegaskan bahwa rekomendasi kebijakan lanjutan akan disusun berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Dewan Energi Nasional. Meski situasi internasional memanas, Bahlil menyatakan kondisi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam batas aman untuk kebutuhan jangka pendek.

“Masih cukup, 20 hari,” tegasnya saat menanggapi pertanyaan mengenai stok BBM nasional.

Dampak Penutupan Jalur Vital

Keputusan Iran menutup Selat Hormuz dilaporkan merupakan balasan atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan yang diklaim melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Langkah ini merupakan yang pertama kali diambil Iran dalam beberapa dekade, menyoroti eskalasi ketegangan yang serius.

Secara geopolitik dan ekonomi, dampak penutupan ini sangat signifikan. Selat Hormuz dikenal sebagai jalur pelayaran paling vital di dunia untuk perdagangan energi, di mana sekitar 20% pasokan minyak dan gas global melintas setiap harinya. Gangguan di titik ini berpotensi memicu gejolak harga dan kelangkaan pasokan di berbagai belahan dunia, termasuk negara-negara yang selama ini mengandalkan impor dari kawasan Teluk.

Editor: Clara Salsabila

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar