PARADAPOS.COM - Mojtaba Khamenei, figur yang baru saja ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, belum terlihat di hadapan publik sejak pengangkatannya pada Minggu (8/3/2026). Ketidakhadiran putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei ini memicu spekulasi luas mengenai kondisinya, di tengah kabar yang simpang siur dari berbagai sumber resmi.
Bantahan dan Klaim yang Bertolak Belakang
Di tengah rumor yang berkembang, termasuk isu bahwa Mojtaba mengalami luka akibat serangan Israel, pejabat Iran secara resmi membantah kabar tersebut. Yousef Pezeshkian, putra Presiden Masoud Pezeshkian, dengan tegas menyatakan bahwa kondisi pemimpin baru itu dalam keadaan baik.
Namun, narasi yang berbeda justru datang dari dalam lingkaran pemerintahan Iran sendiri. Seorang sumber pejabat yang dikutip oleh kantor berita Reuters mengungkapkan fakta yang kontras.
"Mojtaba menderita luka ringan namun masih terus menjalankan tugas," ungkap sumber tersebut, tanpa memberikan penjelasan rinci mengenai waktu dan penyebab kejadian, maupun alasan di balik kesunyiannya dari publik.
Gambaran Resmi dan Penilaian Intelijen
Media pemerintah Iran, sementara itu, membangun citra yang sangat berbeda. Dalam sebuah siaran televisi, pembawa berita menggunakan gelar kehormatan lengkap untuk menggambarkan figur Mojtaba Khamenei.
“Yang Mulia, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, hari ini adalah pewaris darah ayahnya yang gugur, ibunya yang gugur, saudara perempuannya yang gugur, dan istrinya yang gugur,” kata pembawa berita itu, sebelum menambahkan, “Beliau, yang merupakan seorang janbaz (prajurit) Perang Ramadan, mewarisi jalan para martir yang bangga dan teguh di negeri ini.”
Di sisi lain, penilaian intelijen Israel justru sejalan dengan klaim sumber Reuters. Analisis mereka menyimpulkan bahwa Mojtaba memang hanya mengalami luka ringan, dan kondisi inilah yang diduga menjadi penyebab utama ia belum tampil di muka umum.
Figur di Balik Layar yang Kini Naik Panggung
Transisi kekuasaan ini menyoroti sebuah paradoks. Meski telah lama menjadi tangan kanan ayahnya dan memainkan peran sentral dalam pemerintahan selama bertahun-tahun—sering disebut sebagai ‘beyt’ atau rumah dalam tradisi politik Persia—Mojtaba Khamenei tetaplah figur yang asing bagi banyak rakyat Iran. Karakternya yang tertutup dan jarangnya ia berpidato atau muncul di acara publik membuat ketidakhadirannya kali ini semakin mengundang tanda tanya dan analisis dari para pengamat politik.
Artikel Terkait
Suara Tembakan Guncang Acara Makan Malam Pers, Trump Dilaporkan Terjatuh Saat Dievakuasi
Guru California Nekat Terobos Pengamanan dan Tembaki Acara Makan Malam di Hotel Washington, Trump Dievakuasi
Presiden Iran yang Juga Dokter Bedah Jantung Turun Langsung Rawat Pemimpin Tertinggi yang Terluka Parah Akibat Serangan
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi Akui Hampir Kehabisan Makanan di Kediaman Dinas Akibat Protokol Ketat